The news is by your side.

Nila Setitik Menghanguskan Amal

Nila Setitik Menghanguskan Amal | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Bambang Melga Suprayogi M.Sn – Kebaikan itu harus tulus, ikhlas, dan tidak dibuat-buat, sehingga secara keseluruhan, karakter diri kita yang baik itulah gambaran utuh nilai positif yang kita miliki. Kepura-puraan walau dibungkus sebaik mungkin cara mengemasnya, Tuhan lebih mengetahui kwalitas ketulusan kita. Jadi saat kita berpura-pura tulus, kita sedang menghadapkan kepalsuan yang sesungguhnya, yang sangat Allah benci, karena kemunafikan kita terlihat gamblang di mata Allah.

Manusia yang senang melakukan sandiwara kepura-puraan tulus, merupakan teman sejatinya Iblis, karena, dari sang Iblis itu manusia yang celaka ini, telah mengambil pelajaran, menjadi murid sang Iblis, dalam mengaplikasikan kepura-puraan yang ia praktekan, hingga jadi jalan kemunafikannya.

Mengapa hal ini dilakukan ?
Itu tentu memiliki maksud, ada sasaran yang ia tuju, khususnya, sebagai suatu langkah besar yang dilakukan dirinya, untuk manipu manusia lainnya, yang ia anggap bisa ia bodohi.


Follow Channel LTNNU Jabar di Whatsapp untuk mendapatkan update artikel terbaru. Klik Link ini >> Channel LTNNU Jabar


 

Lantas apakah orang lain terkecoh ?
Bisa jadi ia, banyak yang tertipu secara tampilan.
Namun, perlu menjadi catatan, niatnya ingin menipu orang lain, tapi sesungguhnya, ia sedang menipu dirinya sendiri, menipu agamanya, dan menipu Allah pencipta kita yang maha mengetahui segala niatan yang tersembunyi.

Ternyata kepura-puraan, ketidaktulusan menjadi penyakit tersendiri yang nyaman dipakai untuk menutupi sifat tercela yang manusia miliki. Dan manusia sejenis ini, adalah manusia berbahaya, seperti halnya sang guru yang ia tiru, yakni Iblis, yang mampu menjerumuskan manusia lainnya, untuk tergelincir.

Ketulusan hanya bisa dihadirkan oleh manusia yang memiliki niat baik, itekad suci, dan jauh dari ingin dipuji dan mendapat sanjungan. Ketulusan adalah bentuk dari persembahan amalan hati kita yang tersembunyi, dan amal itu dilakukan, dalam rangka hanya mengharapkan keridloan dan kecintaan Sang Pencipta, ihklas dilakukan karena manusia tersebut mencintaiNya.

Mari belajar membangun ketulusan, dan keikhlasan.
Tulus pamrih tampa ada niatan tersembunyi, tulus dan ikhlas tampa menginginkan balasan dari manusia.
Bentuk tulus dan ikhlas yang murni, suci, tampa kepura-puraan dan niat tersembunyi.

Jadilah pribadi yang memiliki potensi keikhlasan dan ketulusan.
keikhlasan seperti contoh ikhlasnya, Adam yang harus turun kebumi, keluar dari surga, saat Allah menghendaki takdirnya demikian.
Keikhlasan Ismail saat mendengar titah Tuhan pada Ayahnya Ibrahim, untuk di qurbankan, sebagai tanda ketaqwaan keimanan keduanya.
Keikhlasan Isa, saat ia harus menjadi Nabi yang diperangi kaumnya sendiri, sampai ia harus menangung penyaliban.

Dan Keikhlasan Muhammad SAW, yang diperlihatkan peristiwa oleh Malaikat Jibril, bagaimana para cucunya dibantai oleh kaum muslim yang gelap mata, di Padang Karbala.

Keikhlasan merupakan ruang sunyi yang menguatkan potensi hati.
Ia jauh dari hinggar bingar, sanjungan, dan pujian manusia.
Keikhlasan merupakan maqom khusus para pecinta Allah untuk menaiki jenjang-jenjang kemakrifatannya, dengan tempaan ujian, yang akan membuatnya menjadi sosok mulya jika ujian itu berhasil ia lewati.

Kepura-puraan adalah nila setitik yang menghancurkan amalan, kedok kebusukan yang memperlihatkan kwalitas pribadi yang paling menjijikan.

Jika itu menempel pada manusia, maka busuklah semua niatannya.
Jika itu menempel pada hatinya, tak ada lagi kebaikan yang bisa di ambil darinya lagi.

Maka pantas ada pribahasa menyatakan, nila setitik menghancurkan susu sebelangga !
Artinya tidak ada yang bisa di ambil, hangus, hancur amalannya.
Subhanallah !

Mari bangun kekuatan kepribadian kita, tampa kepura-puraan.
Jadikan kebaikan yang kita lakukan dengan diiringi ketulusan dan keikhlasan.
Semoga Allah menguatkan, semoga kita di selamatkan, aamiin.

Semoga bermanfaat
Bambang Melga Suprayogi M.Sn

Leave A Reply

Your email address will not be published.