NU Bertemu Wakil Presiden Amerika Serikat Usai Teror Bom di Indonesia
Jakarta, NU Online
Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, menyusul aksi terorisme bertubi-tubi di dua daerah penting di Jawa Timur.
Aksi bom bunuh diri yang melibatkan satu keluarga terjadi pada Ahad (13/5) di tiga gereja di Kota Surabaya. Bom lalu meledak lagi di Rusunawa Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo di jam yang berbeda. Senin (14/5) pagi, Mapolrestabes Surabaya diserang bom kendaraan dan menyebabkan seorang anggota kepolisian menjadi korban.
The Christian Post melansir, pertemuan di Gedung Putih pada Kamis Sore itu merupakan bentuk solidaritas serta penegasan komitmen kebebasan beragama dan hidup berdampingan secara damai. Dialog berkisar soal promosi perdamaian dan komitmen bersama memerangi ekstremisme.
Perjumpaan dua tokoh ini berlangsung setelah berbagai kutukan dan kecemasan terjadi di berbagai tempat, termasuk negara-negara luar. Inggris, Singapura, Australia, dan Amerika Serikat bahkan mengeluarkan imbauan perjalanan (travel advice) bagi warganya yang berada di Indonesia.
“Luar biasa menyaksikan wakil presiden Amerika Serikat dan pemimpin organisasi Muslim terbesar di dunia yang berkeinginan kuat mempromosikan kebebasan beragama dan memerangi ekstremisme,” kata Johnnie Moore, eksekutif komunikasi evangelis dan advokat kebebasan beragama internasional, yang terlibat dalam pertemuan tersebut.
Moore menambahkan, Mike Pence dan Yahya mengakhiri pertemuan dengan kesepakatan penuh tentang pentingnya melindungi minoritas dan melawan berbagai bentuk ekstremisme yang mengatasnamakan agama.
“Ini (NU) bukan organisasi yang dipimpin oleh umat Muslim awam. Ini organisasi pemimpin bersejarah di dunia selama beberapa generasi dalam mempromosikan Islam toleran yang sepenuhnya berpadu dengan nilai-nilai kebebasan beragama serta koeksistensi damai dan mencintai sesama,” lanjutnya.
Setelah pertemuan itu, Pence mempublikasikan foto dirinya dan pria yang akrab disapa Gus Yahya itu di Twitter seraya memujinya atas upaya Nahdlatul Ulama.
“Upaya mereka menentang Islam radikal sangat penting di Indonesia—di mana kami menyaksikan serangan keji terhadap orang Kristen,” tulis Pence. “@POTUS, admin Trump berdiri bersama NU dalam perjuangannya untuk kebebasan beragama dan memerangi terorisme.” (Red: Mahbib)
Sumber : NU Online
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



