The news is by your side.

NYINYIRIN MAS DIDI MENYINGKAP PENYAKIT HATI

Oleh Ayik Heriansyah, Pengurus LD PWNU Jabar – Didi Kempot meninggal dunia kemarin (5/5/2020). Almarhum dikenal sebagai maestro lagu campur sari. Penampilannya biasa saja, layak umumnya artis. Mungkin karena itu, sebagian “ahli taat” meragukan keislamannya. Ditambah kedekatannya dengan kalangan NU yang dikenal dengan konsep Islam Nusantara. Kloplah… almarhum Didi Kempot menjadi sasaran empuk nyinyiran kaum “ahli taat”.

Begitulah kaum yang “taat” sebatas penampilan lahiriah, tidak mengenal rahasia ilahiyah di balik yang tampak. Bahkan rahasia di dalam diri mereka sendiri. Mereka tidak sadar, nyinyiran mereka menyingkap penyakit hati mereka sendiri. Merasa taat padahal maksiat.

Kata Syaikh Ibnu ‘Athaillah: “Bagian nafsu dalam maksiat tampak jelas dan bagiannya dalam taat, tersembunyi lagi samar. ”Keinginanmu agar orang mengetahui keistimewaanmu adalah bukti ketidaktulusan dalam ubudiyahmu.”

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.