The news is by your side.

Pak Wagirun, Banser yang Juga Staf PCNU Kota Bandung Tutup Usia

Bandung, NU Online Jabar
Anggota Staf Kesekretariatan PCNU Kota Bandung, Wagirun, tutup usia, di kediamannya, di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (10/6) sekitar pukul 08.00 WIB. 

Menurut Abdussani Ramdhani, berdasarkan keterangan dari istri almarhum, Wagirun meninggal pada perjalanan ke sebuah rumah sakit setelah beberapa hari sebelumnya merasa sesak napas. Penyakit sesak napasnya semakin terasa parah pada pagi ini. Kemudian ia oleh pihak keluarga dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 07.00. Pada perjalanan itulah, ia tutup usia. 

Sekretaris PCNU Kota Bandung KH Wahyulafifi Al-Ghofiqi mengungkapkan duka sedalam-dalamnya atas meniggalnya almarhum. 

“Semoga segala amalnya bernilai ibadah di sisi Allah, diampuni segala dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Al-Fatihah, Amin,” katanya ketika dihubungi NU Online Jabar. 

Menurut kiai yang akrab disapa Kiai Maqo ini, Wagirun adalah sosok yang melampaui tugas-tugas kesekretariatan di PCNU Kota Bandung. 

“Hitungan kerja dia bukan dengan hari, tapi dengan hati,” ungkapnya. “Kita tak mampu menilainya dengan apa yang dia kerjakan,” lanjutnya. 

Ia menceritakan, Wagirun memulai aktif di PCNU Kota Bandung sejak 1999, dimulai dari menjadi anggota Banser. Waktu itu, PCNU Kota Bandung berada di Jalan Yuda. Karena intensitasnya ke kantor, ia diminta PCNU untuk menjadi staf kesekretariatan sejak 2003. 

Ketika kantor PCNU Kota Bandung pindah ke Jalan Sancang dan kepengurusan berganti, Wagirun tetap menjadi staf yang tak tergantikan. Ia menjadi staf sampai akhir hayatnya. 

Jadi staf PCNU, kta Kiai Maqo, Wagirun bertugas menjadi penggerak pengajian Sabtuan para kiai yang sudah berlangsung sekitar 17 tahun. Ia yang menghubungi kiai, mengatur jadwal, sekaligus membersihkan aula lantai dua PCNU. 

Wagirun terakhir ke kantor PCNU pada Jumat 4 Juni lalu. Ia pulang setelah memastikan bahwa pengajian Sabtuan para kiai bisa terlaksana, mulai dari narasumber sampai kebersihan ruangan. 

Sejak hari itu dia tak pernah datang lagi karena mengalami sakit dan tak akan pernah datang lagi. Dia meminta izin dan doa kepada para kiai untuk beristirahat di rumah. 

Di luar aktivitasnya itu, dia merupakan Ketua DKM Assyuhada di kediamaannya, serta anggota Badan Hisab dan Rukyat MUI Kota Bandung. 

Wagirun lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 1971. Ia meninggalkan satu putra, satu putri, dan seorang istri. 

Pewarta: Abdullah Alawi

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.