Panitia Koordinasi Munas & Konbes NU 2019 : Jadilah Panitia yang Seperti Semut dan Lebah

40

Oleh: Wahyu Iryana Wayan
(Pengurus LTN PWNU Jabar)

Rapat Koordinasi Munas & Konbes 2019 tertanggal 6 Februari 2019 di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar. Dihadiri oleh Sekjen PBNU Dr.KH Helmy Faisal, Ketua Jokma Dr. KH. Eman Suryaman, M.Hum, Ketua Panitia Dr. Ki Agus Zaenal Mubarok, Sekertaris PWNU Jawa Barat KH. Asep Saepudin Abdillah, sedangkan panitia Lokal diwakili oleh KH. Munawir Abdurrohim., dan dihadiri oleh seluruh panitia Munas dan Kombes NU 2019.

Pembahasan rapat terkait kesinambungan perseksi panitia, koordinasi panitia pusat, wilayah dan lokal yang akan dilaksanakan 27-28 Februari sampai 1 Maret 2019.

KH. Munawir Abdullah mengatakan panitia munas yang hadir diharapkan dapat menjadi wasilah untuk suksesnya acara munas NU. Maka seluruh panitia jadilah seperti semut yg mampu bergotong royong untuk membesarkan Rumah Besar Umat Islam ini. Mereka datang dan pergi darimanapun tetapi bergotong royong untuk membangun rumah bersama. Pun panitia Munas haruslah seperti lebah dia mampu memcari sumber penghidupan untuk menghidupkan dan memakmurkan rumahnya. “Itulah gambaran panitia Munas NU kita kerja bareng dan bareng bareng kerja.” Ucap KH. Munawir.

Selanjutnya Sekjen PBNU Dr. Helmy Faisal mengatakan seluruh anggota jajaran harus bangga menjadi jamaah NU karena didoakan oleh KH. Hasyim Asyary agar khusnul khotimah. Ia mengatakan ekonomi warga nahdiyin harus menunjukan grafik yg menaik agar jaya di dunia dan akherat.

Helmy juga mengatakan Pesantren Miftahul Huda yg dijadikan tempat munas harus berbangga karena bumi Citangkolo Kota Banjar akan di injak oleh seluruh santri kiai seluruh nusantara. Helmy juga berdoa agar munas menghasilkan keputusan yg berguna dan bermanfaat untuk umat seluruh Indonesia bahkan dunia.

Acara kemudian dilanjutkan oleh Ketua Panitia menjabarkan susunan acara secara rinci dari mulai kedatangan peserta, dan daftar rincian acara per item yang didaftarkan dari tanggal 27-28 Februari 2019.

Acara inti nanti diawali halaqoh alim ulama yg dihadiri oleh komjen TNI dan para ulama sepuh, kemudian persidangan dan tata tertib, sedangkan untuk hiburan akan dihadiri oleh Nasidah Ria, Shalawat Gus Azmi.

Kemudian pertemuan alim ulama Timur Tengah, akan mendatangkan tokoh ulama dari Mesir, Libanon, Mesir, Syria.

Kemudian akan ada sidang komisi dan Pleno kemudian diakhiri penutupan pada 1 Maret 2019 yang dihibur oleh Nasidah Ria.

Undangan di bagi tiga bagian, pertama terdiri dari peserta (seluruh cabang, wilayah, banom, dan lembaga NU) kedua. Undangan daerah dan pemerintahan ketiga, Untuk alim ulama seluruh Indonesia.

Seluruh akomodasi kepanitiaan ditanggung Pengurus Besar NU. Sedangkan untuk logistik dan kesehatan akan dibantu oleh Mabes TNI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here