The news is by your side.

PCNU Kabupaten Bekasi Menyambut Rombongan Kirab Resolusi Jihad 2018

PCNU Kabupaten Bekasi Menyambut Rombongan Kirab Resolusi Jihad 2018 | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa BaratBekasi (18/10). Setelah sebelumnya menginap di kota Bekasi, rombongan bergerak pada pagi hari menuju kantor PCNU Kabupaten Bekasi yang terletak di Jalan Raya Gunung Panderman kawasan Cikarang. Setibanya di lokasi, KH. Bagus Lukito sebagai Ketua PCNU Kabupaten Bekasi beserta jajaran telah menunggu dan memberikan sambutan dan melangsungkan prosesi kirab hingga selesai pembacaan naskah resolusi jihad Nahdlatul ‘Ulama.

Dalam amanatnya KH. Bagus Lukito menyampaikan beberapa poin antara lain mengajak seluruh yang hadir untuk bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia yang besar untuk menyongsong masa depan, khususnya bulan ini yang sebentar lagi ada peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober dan kirab ini adalah salah satu rangkaian dari Hari Santri Nasional.

Beliau juga mengungkapkan bahwa dengan adanya kirab ini kita semua membuka telinga dan mata kembali (mengingat kembali) bahwa kabupaten Bekasi ini menyimpan keberagaman termasuk didalamnya keragaman sejarah Bekasi. Tahun 1937 di Bekasi ada kota tua Cibarusah yang di dalamnya ada masjid tua Al-Mujahidin Cibarusah. Di sana lah tonggak laskar Hizbullah fi sabilillah yang merupakan embrio dari laskar Hizbullah yang nantinya dibentuk di seluruh pesantren di Jawa dan Madura yang puncaknya adalah tanggal 22 Oktober 1945 dengan difatwakannya resolusi jihad yang dipimpin Hadratusyekh Hasyim Asy’ari.

Dalam referensi yang Beliau baca, Hadratusyekh Hasyim Asy’ari menyempatkan diri berkunjung ke Cibarusah sampai tiga kali untuk menguatkan regu pejuang Hizbullah tersebut yang dikenal juga sebagai sebutan “Laskar Santri”. Para laskar santri inilah, yang terdiri dari santri, ustadz, ulama An-Nahdliyah, yang dengan gigihnya mempertahankan kemerdekaan yang tengah dicoba untuk direbut kembali oleh NICA dan sekutu karena tidak terima dengan kemerdekaan Indonesia.

“Rentetan peristiwa itu, dari terbentuknya Hizbullah hingga Resolusi Jihad menandakan bahwa warga NU tidak sedikit perjuangannya menegakkan NKRI, alias memiliki saham besar dalam berdirinya NKRI walaupun sempat tidak dituliskan dalam sejarah. Meskipun demikian, sejarah seolah menuliskan ulang sejarahnya itu sendiri dan itulah yang membuat kita tetap bersemangat (saat ini akhirnya resolusi jidah diakui sebagai bagian sejarah besar bangsa Indonesia)”, pungkasnya.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.