Penjelasan Gus Baha tentang Kalimat Tauhid
[su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=8d9fVUSGnPE” responsive=”yes” autoplay=”no”]
Jakarta, NU Online – Akhir-akhir ini ada umat Islam yang mudah sekali menyebut kafir terhadap Muslim lainnya. Bahkan, penyebutan kafir itu dialamatkan kepada orang yang melafalkan kalimat tauhid, laa ilaha illa Allah.
“Ada kelompok yang mengatakan gara-gara kalimat ‘Laa ilaha illaallah’ dan pegang patok nisan itu orang menjadi kafir. Ini jadi paradoks,” kata Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Bahauddin Nursalim saat memberikan mauidzoh hasanah di halaman Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (25/9) malam.
Sebab, lanjutnya, kalimat yang juga disebut sebagai lafal tahlil itu juga menjadi penghapus kekafiran seseorang. Ia mencontohkan orang yang kafir selama 70 tahun menjadi Muslim karena melafalkan kalimat tauhid tersebut.
“Orang yang kafir 70 tahun itu menjadi Muslim karena mengucapkan ‘Laa ilaha illaallah’,” tuturnya dalam istighotsah berharap Indonesia aman dan bebas dari bencana alam itu.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



