Penjelasan Gus Baha tentang Kalimat Tauhid

179

Jakarta, NU Online – Akhir-akhir ini ada umat Islam yang mudah sekali menyebut kafir terhadap Muslim lainnya. Bahkan, penyebutan kafir itu dialamatkan kepada orang yang melafalkan kalimat tauhid, laa ilaha illa Allah.  

“Ada kelompok yang mengatakan gara-gara kalimat ‘Laa ilaha illaallah’ dan pegang patok nisan itu orang menjadi kafir. Ini jadi paradoks,” kata Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Bahauddin Nursalim saat memberikan mauidzoh hasanah di halaman Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (25/9) malam.  

Sebab, lanjutnya, kalimat yang juga disebut sebagai lafal tahlil itu juga menjadi penghapus kekafiran seseorang. Ia mencontohkan orang yang kafir selama 70 tahun menjadi Muslim karena melafalkan kalimat tauhid tersebut.  

“Orang yang kafir 70 tahun itu menjadi Muslim karena mengucapkan ‘Laa ilaha illaallah’,” tuturnya dalam istighotsah berharap Indonesia aman dan bebas dari bencana alam itu.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here