The news is by your side.

Penuh Kenangan di Tahlil 100 Harinya Kiai Asep Jamaluddin Ketua PCNU Kabupaten Bandung

Penuh Kenangan di Tahlil 100 Harinya Kiai Asep Jamaluddin Ketua PCNU Kabupaten Bandung | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Bertempat di rumah almarhum Kiai Dr. Asep Jamaluddin, di PP Al Husaini, Cihelang Kabupaten Bandung, dilaksanakan doa dan tahlil 100 hari meninggalnya ketua PCNU kabupaten Bandung ini, pada Kamis malam Jumat, 29/02/2024.

Pada kesempatan itu hadir Bupati Kabupaten Bandung H.Dr. M. Dadang Supriatna, beserta jajaran, wakil ketua PCNU yang menjabat sebagai PJS Ketua PCNU KH. Agus Qustolani, Sekjen PCNU, H. Imron Rosyadi, Pengurus Syuriah PCNU, lembaga, Banom, dan beberpa pengurus MWCNU yang tampak hadir malam tadi, adapun dari pihak keluarga, di wakili oleh H. Tarya Witarsa sebagai pengatur acara pada tahlil 100 Harinya almarhum malam tadi.

Sebelum acara tahlil di mulai Bupati Kabupaten Bandung kang DS, menyampaikan beberapa poin dan kenangan terkait KH Asep Jamaluddin saat masih Jumeneng, “ia merupakan sosok penting di kabupaten Bandung yang memiliki peran signifikan dalam mengangkat keberadaan NU, hingga mampu mendorong kader NU, menempati posisi sebagai Bupati di Kabupaten Bandung ini.” Ungkap Bupati mengenang Kiai Asep.

Di samping itu Bupati juga menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kepercayaan masyarakat kabupaten Bandung pada pemilu 2024, yang telah berjalan lancar, dan teraihnya suara terbanyak se Indonesia, untuk perolehan suara H. Cucun Ahmad Syamsurizal, hingga PKB, bisa menempatkan perwakilannya menjadi dua orang di DPR RI.

Doa dan tahlil 100 Hari kepergian KH Dr. Asep Jamaluddin berjalan dengan di iringi banyak kenangan atas kiprahnya selama beliau masih hidup.

Dan amanat alm ketua PCNU untuk H Tarya Witarsa, agar jadi anggota dewan di DPRD kabupaten Bandung sudah akan mewujud tinggal menunggu pelantikannya.

Begitupun dengan harapannya untuk masyarakat di kabupaten Bandung agar memiliki dua perwakilan di DPR RI, dari PKB, akhirnya bisa terwujud.

Bupati Kabupaten Bandung Kang DS, di sesi akhir penutup sambutannya mengingatkan, “anak Adam terputus amalnya setelah datangnya kematiannya, namun hanya tiga perkara yg dibawa ke alam kubur…”

“Yang pertama ilmu yang berguna, shodaqoh jariyah sebagai amal Soleh, dan doa anak yang Soleh.”

“Nah, Kiai Asep Jamaluddin banyak amal jariyah semasa hidupnya, almarhum ketua PCNU saat itu mendorong kebijakan pemerintah daerah agar bisa memberi insentif pada guru ngaji, dan ini akhirnya bisa dirasakan oleh masyarakat.’

“Ini salah satu inisiatif nya beliau, hingga insentif untuk para guru mengaji (dalam rangka memuliakan para ulama) Alhamdulillah bisa terasakan manfaatnya.” Pungkas Bupati dalam sambutan di tahlil 100 hari Kiai Asep Jamaluddin ini.

Pewarta Bambang Melga⁩

Leave A Reply

Your email address will not be published.