Pergunu Bentuk Guru Sebagai Figur Pemimpin

28
Pergunu Bentuk Guru Sebagai Figur Pemimpin

Majalengka – Selain sebagai seorang pendidik dan mencetak generasi bangsa yang berkualitas, Seorang guru diharapkan juga mampu tampil sebagai pemimpin di setiap tingakatan atau lingkungannya. Konsepsi tersebut terlontar dalam Seminar yang diadakan oleh Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Majalengka di Gedung PC NU Majalengka, (Kamis, 13/2).

Ketua Panitia, Leny Sri Wahyuni mengatakan acara seminar ini diikuti oleh para pengurus dan anggota Pergunu dengan tujuan agar para guru yang berada dilingkungan NU khususnya mampu tampil bukan saja di sekolah melainkan di masyarakat terlebih bisa menjadi figur pemimpin”, katanya.

Ia pun berharap melalui seminar ini akan lebih memotivasi para guru NU untuk terus berjuang memajukan kapasitas dirinya yang tentunya imbasnya nanti akan menghasilkan anak didik yang berkualitas pula”, harap perempuan kandidat Doktor ini dengan penuh optimis.

Iklan Layanan Masyarakat

Ditempat yang sama, Ketua PC Pergunu, Endin Muhtadin mengungkapkan Pergunu sebagai organisasi yang mewadahi para guru konsen merealisasikn program yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas maupun kesejeahteraan para guru. “Kami di Pergunu akan terus merealisasikan program sesuai amanat organisasi yaitu memajukan dan mensejahterakan guru”, ungkapnya.

Ia pun mengajak para guru untuk terus aktif di Pergunu dan ikut memberikan kontribusi positis bagi kemajuan organisasi khususnya dan kemajuan dunia pendidikan pada umumnya. “Mari bersama-sama seluruh elemen guru khususnya guru NU bergandengan tangan dengan kami, mulianya tujuan kita untuk memajukan dunia pendidikan harus diusahakan bersama-sama”, katanya.

Dihadapan para peserta seminar yang di isi oleh nara sumber dari akademisi Institut Agama Islam (IAI) Bunga Bangsa Cirebon DR. H. Amien Haedari, M.Pd sebagai Dosen Pasca Sarjana, Kang Endin biasa ia disapa mengungkapkan pentinya para guru meningkatkan kapasitas dan kapabilitas khususnya menamkan jiwa kepemimpinan dalam dirinya agar para guru mampu bersaing dengan yang lainnya di era revolusi 4.0. “Sudah saatnya kita menjadi pemain dan tampil menyiapkan segalanya agar di era revolusi 4.0 ini kita bisa bersaing dengan yang lainnya”, ajaknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here