Islam: Kebenaran, Keyakinan, dan Tindakan

728

Srie Muldrianto*, Purwakarta – Ajaran Islam didasari oleh prinsip-prinsip kebenaran. Kebenaran seharusnya diyakini dan diperjuangkan. Tapi kadang kebenaran itu sulit diraih yang pada akhirnya melakukan keyakinan tanpa melalui kebenaran. Jadi dapat dimaklumi bahwa kadang ada klaim keyakinan tanpa kebenaran. Apa itu kebenaran?

Kebenaran itu beragam ada kebenaran menurut ilmu pengetahuan, kebenaran menurut filsafat, kebenaran menurut agama. Kebenaran menurut Ilmu Pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh indera (empirik), sedangkan kebenaran kebenaran menurut filsafat harus dapat diuji oleh logika, dan kebenaran menurut agama adalah kebenaran yang bersesuaian dengan teks atau wahyu Ilahi.

Gandi mengatakan “Kebenaran sama dengan Tuhan sehingga ketika kita mengabdi pada kebenaran sama halnya kita mengabdi pada Tuhan”. Kebenaran hampir mirip dengan keyakinan. Idealnya keyakinan berdasarkan pada kebenaran. Kebenaran dapat disamakan dengan pengetahuan sedangkan kesalahan sama dengan kebodohan. Tapi masalahnya bagaimana mungkin kita bisa menyingkap berbagai kebenaran yang begitu banyak dan tak terbatas sementara waktu kita untuk menyingkap kebenaran terbatas? Walaupun begitu Al Qur’an meminta kita untuk mencari, melakukan dan mengikuti kebenaran. Sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan,dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban” (QS. Al Isra: 36).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here