Pergunu Jabar Gandeng ISBI Bandung, Tangkal Radikalisme Melalui Seni Musik

Bandung, beberapa hasil penelitian menunjukkan faham radikalisme sudah masuk ke sekolah-sekolah.
Sekolah yang seharusnya menanamkan nilai-nilai intelektual, malah disusupi oleh idiologi radikal. Menurut survey BIN pada tahun 2017 menunjukan bahwa 23,3 persen siswa SMA sederajat setuju tegaknya Negara Islam di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pergunu Jawa Barat, H Saepuloh di sela-sela rapat kerja LKBH (Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum) Pergunu Jawa Barat di Ruang Rapat PWNU Jawa Barat Jl. Terusan Galunggung No 9 Bandung. (Senin, 22/04/2019).
Lebih lanjut, Saepuloh menjelaskan bahwa penyebaran paham radikal melalui lembaga pendidikan sangat masif dan sangat berbahaya bagi masa depan bangsa Indonesia.
“Ini sangat berbahaya bagi kelangsungan bangsa Indonesia, karena anak-anak didik kita di lembaga pendidikan tersebut, merupakan generasi penerus bangsa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan di masa depan.
Mereka harus memiliki wawasan kebangsaan yang baik untuk menjaga pluralisme dan multikulturalisme di negeri kita ini” tutur Saepuloh
Oleh karena, menurut Saepuloh Pergunu Jawa Barat bekerjasama dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung akan menyelenggarakan pelatihan musik islami sebagai sarana deradikalisasi agama bagi guru dan siswa di Jawa Barat.
Sebagai wujud kontribusi Pergunu dan ISBI Bandung dalam upaya menangkal radikalisme di lembaga pendidikan yang akan diselenggarakan selama dua bulan, dari Juli sampai dengan Agustus 2019.
Sementara itu, menurut Dosen ISBI Bandung, H. Yus Wiradireja yang dihubungi via telpon mengatakan bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan dengan tiga tahapan, Pertama, workshop untuk para guru guna mentransfer skills dan pengetahuan tentang musik dengan pesan-pesan deradikalisasi melalui lagu-lagu yang telah diciptakan dan diaransemen secara khusus, sehingga dalam jangka panjang para guru dapat mengajarkannya kepada para siswa di sekolah.
Kedua, menyelenggarakan pelatihan musik kepada para siswa yang dipilih dari sejumlah sekolah. Lagu-lagu pada pelatihan musik tersebut akan diaransemen dalam bentuk musik kontemporer yang bernuansa Sunda, yang mudah dibawakan oleh anak-anak. Harapannya, selain memahami pesan Islam yang toleran dan cinta tanah air, para siswa juga akan tumbuh kecintaannya pada musik lokal (Sunda). Dan ketiga, mengadakan Pentas Seni bersama sebagai hasil dari pelatihan untuk diapresiasi oleh masyarakat luas.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



