Pergunu Jabar, Latih Wirausaha Pemula

23

Bandung, Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat kerjasama dengan Kementrian Koperasi dan UKM RI menyelenggarakan workshop Wirausaha Pemula dengan tema “UMKM untuk Meningkatkan Usaha dalam Percepatan Ekonomi di Sektor Ril” yang dilaksanakan di Gedung PWNU Jawa Barat Jl Terusan Galunggung No. 9 Bandung. (27/11/2019)

Kegiatan tersebut diikuti oleh 245 UKM yang tergabung di bawah binaan Departemen Pengembangan Ekonomi dan Koperasi PW Pergunu Jawa Barat. Turut hadir pada kesempatan tersebut Ahmad Zabadi Sekretaris Deputi Kelembagaan Kementrian Koperasi dan UKM, Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Surjani Ihsan, Ketua Pergunu Jawa Barat H Saepuloh dan Perwakilan dari Bank Bjb Wilayah 1 Jawa Barat.

Dalam sambutannya, H Saepuloh Ketua Pergunu Jawa Barat mengatakan bahwa kegiatan workshop wirausaha pemula ini diharapkan bisa menjadi salah satu upaya untul menjawab permasalahan kesejahteraan guru honorer, khususnya di Jawa Barat.

“Kita berharap, agar guru-guru NU bisa menjadikan UKM ini sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan, sehingga profesi guru tidak dijadikan sumberr penghasilan tetapi betul-betul menjadi sexual pengabdian dan untuk masalah kesejahteraan sudah terjawab dengan Usaha yang dijalankan melalui UKM ini” tutur Saepuloh

Sementara itu, KH Surjani Wakil Ketua PWNU Jawa Barat mengaku senang dan bangga atas kegiatan-kegiatan yang Terusan menerus dilakukan oleh Pergunu Jawa Barat.

Selain itu, Wakil Ketua PWNU Jawa Barat mengingatkan kepada semua peserta pelatihan agar mereka ingat bagaimana bisnis dengan Tuhan yang tidak pernah rugi, “inii harus di perhatikan, agar bisa membangun energi hati dan semangat dalam spiritual” tutur Kyai Surjani

Sementara itu, Ahmad Zabadi Sekretaris Deputi Kelembagaan Kemenkop dan UKM RI menjelaskan arah kebijakan pemberdayaan koperasi dan UKM, yaitu pertama, Prioritas pemberdayaan koperasi dan UMKM pada sector ril (produksi) yang berorientasi ekspor dan subtitusi impor. Kedua, pengembangan koperasi dan UMKM dilakukan dengan pendekatan komunitas, atau klaster berdasarkan sentra produksi komoditas dan wilayah.

Ketiga, Pemberdayaan dilakukan separate lintas sektoral, dan melinatkan pihak ketiga sebagai off taker atau sebagai avalis. Kempat, Pemberdayaan UMKM dilakukan secara variatif sesuai dengan karakteristik dan level UMKM. Dan kelima, Modernisasi dan inovasi teknologi.

Pada kesempatan tersebut juga diselnggarakan gelar produk dari UKM-UKM yang tergabung dibawah binaan Pergunu Jawa Barat. (Rifa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here