Pernyataan Bupati Lampung Selatan tentang Ketua PBNU Membuat Nahdliyin Marah

37

Pernyataan Bupati Lampung Selatan tentang Ketua PBNU Membuat Nahdliyin MarahTERASLAMPUNG.COM — Hari Santri yang seharusnya menjadi hari yang dimuliakan dan hari kegembiraan bagi para santri justru tercederai oleh ucapan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, Minggu (22/10/2017). Ucapan yang menohok Ketua PB NU itu membuat nahdliyin di Lampung marah.

Berbicara di depan ribuan santri dan kyai saat akan melepas  Pawai Ta’aruf pada peringatan Hari Santri Nusantara ke-III di Lapangan Cipta Karya Kalianda, Minggu (22/10), adik kandung Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan itu diduga menghasut warga NU untuk mengoreksi pernyataan Ketua PBNU  KH. Said Aqil Siradj yang tersebar di Youtube.

Saat menyampaikan sambutan Zainudin Hasan mengatakan bahwa pernyataan Said Aqil Sirad di Youtube tentang muslim berjenggot itu bodoh harus diluruskan.

Iklan Layanan Masyarakat

Menurut Zainudin Hasan,  apa yang disampaikan ketua NU tersebut sama halnya menghina warga NU bahkan pendiri NU yang berjenggot.

“NU Lamsel harus berani mendobrak hal ini. Karena, Ketua NU di pusat KH. Said Aqil Siradj ini sudah menjelek-jelekkan pendiri NU sendiri. Kenapa NU Lamsel diam saja sementara pendiri NU di caci maki tiap hari. Bisa di lihat di medsos atau youtube yang sampai sekarang belum bisa di hapus. Kata beliau, makin panjang jenggot saudara makin bodoh makin lemot karena otaknya tertarik,” kata Zainudin.

Zainudin Hasan mengaku dirinya marah atas pernyataan Ketua PBNU yang beredar di media sosial tersebut. Dia meminta pengurus NU Lamsel dapat mengambil sikap atas pernyataan tersebut.

“Mestinya, Pak Ismail (Ketua Robitoh Ma’had Islamiyah NU Lamsel) juga marah, berangkat ke Jakarta. Kalau nggak ada bus saya yang siapkan. Ganti saja itu Said Aqil Siradj yang suka ngaco,” imbuhnya.

Pernyataan yang kurang pantas diucapkan seorang bupati itu membuat kalangan NU di Lampung protes. Warganet pun beramai-ramai memprotes keras Zainudin Hasan.

Syahidan, warga Lamsel, menilai yang disampaikan oleh Bupati Lamsel Zainudin Hasan  di hadapan para santri NU pada Hari Santri kurang bijak, kurang tepat,  dan kurang layak dilakukan oleh seorang pimpinan pemerintah.

“Pidato tersebut sedikit provokatif, ada nada menghasut dan sudah diluar konteks kewenangannya sebagai seorang bupati. Tak pantas seorang bupati, memerintahkan warga NU untuk pergi ke Jakarta untuk mendemo PBNU guna melengserkan ketum PBNU. Tak elok pula seorang bupati diruang publik berbicara siap menyediakan armada bus, untuk mengangkut warga NU khususnya di Lamsel untuk mendemo sang ketum. Ada baiknya, sang bupati mengklarifikasi maksud dan tujuannya berbicara seperti itu, agar bola tidak menjadi liar,” kata mantan wartawan ini melalui akun Facebook miliknya.

Ketua Forum Santri Lampung (Forsal) Imam Sonhaji menyayangkan pernyataan Bupati Zainudin Hasan.

“Saya sangat menyayangkan apa yang disampaikan Bupati Lamsel. Beliau itu seorang pemimpin umat. Masa beliau mengatakan K,H. Said ini tidak layak menjadi Ketua PBNU. Apalagi sampai memerintahkan untuk memecat Ketua NU. Apa kapasitas dia? (Soal NU) bukan kapasitas beliau menyampaikan hal ini,” kata Imam Sonhaji.

Menurut Sonhaji, warga nadhliyin di Lamsel sakit hati dengan pernyataan tersebut.

“Apalagi pernyataan yang tak pantas itu disampaikan di tengah-tengah pembukaan pawai ta’aruf Hari Santri Nusantara (HSN) tahun 2017 yang dihadiri seluruh warga NU dan para santri,” katanya.

Ketua Pengurus Cabang NU Lampung Selatan K.H. Nur Mahfud mengatakan pihaknya akan segera bermusyawarah dengan kalangan ulama dan kyai di Lamsel untuk menyikapi pernyataan Bupati Lamsel itu.

“Kami akan dengarkan (rekaman) bersama sambutan yang disampaikan oleh Bupati Lampung Selatan secara utuh,” katanya.

Sumber : Teras Lampung online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here