PMII Rayon Adab Komisariat UIN Raden Intan Lampung Siap Meneruskan Estafet Idiologi Aswaja

24

Minggu, 15 Agustus 2021 Rayon Persiapan PMII Adab Komisariat UIN Raden Intan Lampung melakukan penguatan Idiologi para pengurus Rayon menggelar saresehan Aswaja dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah dan Hari Ulang Tahun NKRI yang me-76 sekaligus pengukuhan pengurus Rayon Adab Komisariat UIN Raden Intan Lampung dengan bertema “Meneguhkan Aswaja Dalam Sanubari Aktivis Mahasiswa” Yang diisi langsung oleh Sahabat Dr. Wahyu Iryana yang akrab disapa Gus Wayan.

Acara dibuka ketua Komisariat Sahabat Sapriansyah. Dalam sambutannya Sahabat ketua PMII Komisariat UIN Raden Intan Lampung menyatakan sangat bangga dengan hadirnya Rayon baru yakni Rayon Adab dia juga mengucapkan terima kasih kepada Gus Wayan yang sudah mendampingi sahabat Sahabat PMII Adab, dan Sambutan Calon Ketua Rayon Adab Persiapan Sahabat Muhammad Iqbal Al Farisi. Dihadiri oleh Calon pengurus Rayon Adab dan para sahabat lintas Rayon Se- UIN Raden Intan.Acara yang dipandu Sahabat Ika Juniyanti itu berjalan lancar.

Gus Wayan dalam paparannya diawali dengan memandu membaca surat Fatehah untuk kelancaran dan kejayaan Rayon Adab yang masih belum berdiri tegak dengan Fatehah dan doa para kiai pendiri NU kata Wayan diharapkan PMII Rayon Adab yang baru lahir mampu mengejar ketertinggalan.

Iklan Layanan Masyarakat


“Kita tahu bahwa PMII didirikan atas doa para Kiai NU, PMII lahir dari rahim NU. Siapa yang ngurusi PMII dengan Baik dan Benar ke depan bisa aktif di Ansor dan NU. Siapa yang ngurusi NU maka akan diaku santrinya Mba Hasyim Asy’ari dan didoakan Husnul Khatimah bersama keturunan nya. “Papar Wayan penuh semangat.

Banyak sekali keunggulan yang bisa didapat ketika aktif di PMII, seperti punya kenalan baru lintas Fakultas, lintas kampus, lintas Provinsi bahkan lintas negara karena ada cabang PMII Istimewa di luar negeri yang sudah didirikan oleh Pengurus Besar PMII. Begitupun idiologi Aswaja yang merupakan landasan berfikir dan bertindak mengadopsi ajaran Nabi Muhammad, para Sahabat, Tabii, Tabiin, Para Aulia, para Ulama Kiai. Jadi secara nasab keilmuan jelas bahwa PMII adalah organisasi Kemahasiswaan yang legal formalnya diakui Negara dan sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW karena tujuan PMII sendiri membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Acara dilanjutkan dengan dialog shering gagasan dan pemetaan program Rayon Adab ke depan agar lebih dinamis dan bergerak.
Gambaran program Rayon tersebut yang akan dijadikan kompas gerakan untuk raker pengurus, diantaranya :

  • Mapaba Rayon Adab secara berkala dilanjutkan dengan Flow up agar kader militan.
  • Silaturahim kepada stuktur dan dosen Adab yg PMII dan seluruh KBNU yang ber idiologi Aswaja.
  • Silaturahim lintas Rayon, mengikuti seluruh proses Ber PMII dengan niat khidmat ngalap berkah pada kiai NU dan proses pembelajaran jangka panjang. Mengikuti jenjang kaderisasi sampai janjang akhir kalaupun bisa dari Mapaba,PKD, PKL atau syukur syukur PKN, kordinsi sinergitas dengan (KBNU lain seperti senior senior Ansor, NU) biar ada kesamaan visi besar.
  • Melakukan kajian secara berkala dengan tema sesuai sikon.
  • Mengeratkan solidaritas pengurus inti, ajak jalan bareng kemanapun agar jiwa korsa tumbuh.
  • Program di Rayon tidak harus banyak yang penting program yg sedikit serius seperti kajian diskusi filsafat, pesantren jurnalistik karena pendiri PMII Mahbub Junaedi adalah seorang pendekar pena, penguatan literasi, diskusi, bedah buku, seminar kebangsaan secara kontinyu.
  • Menyiapkan kader kader masa depan yang berdedikasi dan militan. Dan yang paling penting kader PMII jangan meninggalkan kuliah karena ruang gerak Rayon adalah pada ruang ruang kuliah dan sahnya menjadi PMII karena dia adalah mahasiswa huruf “M” Dalam PMII kepanjangannya adalah Mahasiswa. Setiap lawan adalah kawan, jangan menjadi pengekor jadilah pelopor.
  • Lain lain sendirinya akan menemukan pola.

Ucapan Gus Wayan dalam paparan sharing dengan calon para pengurus Rayon, “Semoga dengan terbentuk Rayon Adab bisa menggerakan nalar akedemis ala santri dan geliat beraswaja PMII dalam mengawal arah bangsa semakin terukur dan terukir.” (Reportase WI)

Previous articleBIPPS mendorong Pemerintah untuk Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
Next articleMENUNGGU SIKAP PEMERINTAH TENTANG KONFLIK DI AFGHANISTAN
Penulis adalah dosen UIN Bandung dan aktif di Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here