Rasisme, ..No!!! : Pandangan Al Qur’an Terhadap Pendidikan Multikulturalisme
Adanya keragaman etnis, bangsa, bahasa, dan budaya merupakan sunnatullah yang tidak bisa ditolak dan untuk tujuan-tujuan tertentu.
وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ
Dan di antara tanda-tanda (Kebesaran-)Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasa-bahasa dan warna (kulit) kamu. Sungguh, dalam yang demikian itu ada bukti-bukti bagi orang yang mengetahui. (QS Rûm (30): 22).
Tujuan dari keaneka-ragaman itu agar saling kenal-mengenal (لتعارفوا) bukan untuk melebihkan salah satu golongan dari golongan yang lain. Yang berbeda atau yang sering dianggap asing dan aneh, karena tidak tahu untuk dikenali bukan ditolak, apalagi dibenci.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
Hai manusia! Kami ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan. Kami jadikan kamu berbagai bangsa dan berbagai puak (suku), supaya kamu saling mengenal (QS al-Hujarât: [49]: 13).
Perbedaan dalam keragaman manusia adalah ujian sekaligus perlombaan untuk menunjukkan kebaikan.
وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
Sekiranya Allah berkenan tentulah Ia jadikan kamu satu umat, tapi maksud-Nya hendak menguji kamu dalam apa yang diberikan-Nya kepadamu. Karena itu berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. (QS al-Mâ’idah [5}: 48).
Di dalam sebuah hadits Rasul SAW ketika selesai melaksanakan haji beliau bersabda, yang intinya kemulian bulan haji dan kemuliaan tanah haram sama dengan kemuliaan diri manusia, haram untuk mengalirkan darahnya, merampas hartanya dan mendeskreditikan kehormatannya.
Demikianlah secuil renungan tentang pandangan Al Qur’an tentang Rasisme yang sekarang sedang memporak-porandakan Amerika Serikat. Bukan tidak mungkin rasisme jika kita biarkan dan kita pelihara maka akan menjadi api dalam sekam atau bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu.
Adanya kasus Sampit Kalimantan, Sampang Madura, kerusuhan Mei 1998, dan kasus Ahmadiyah akan menjadi catatan-catatan noda, yang kalau tidak dibenahi akan menghancurkan bangunan toleransi bangsa yang sudah dibangun dengan susah payah oleh leluhur kita.
Tabik,
Mahdi Hamid Alattas. MA.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



