The news is by your side.

ROJAB, BULAN TERTIDURNYA PERMUSUHAN

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (Surat At-Taubah ayat 36).

***

Zahro Diniyah – Tepat pada tanggal 23 Januari 2023, kalender Hijriyah memasuki bulan Rojab, bulan yang menjadi saksi diantarkannya Rasulullah ke tempat penepian bernama Sidrah. Bulan dimana seorang Raja dari Habasyah ( Etiopia) melafalkan kalimat Syahadah. Bulan disaat calon penutup para Anbiya mulai dikandung oleh Sayyidah Aminah.

Ada satu perihal yang penting untuk dipetik dari keistimewaan bulan Rojab, yakni dijulukinya bulan tersebut dengan nama الأصم, bulan yang terbebas dari belenggu pertikaian dan peperangan. Sebab bulan Rojab ialah satu dari empat bulan Harom ( yang dimuliakan ) yang termaktub di dalam firman Allah SWT pada surat At-Taubah sesuai apa yang penulis kutip di paragraf pembuka.

Dahulu, bangsa Arab ialah satu entitas yang teramat memuliakan empat bulan Harom, hingga pada bulan-bulan tersebut mereka menghentikan peperangan yang sering terjadi akibat sensitivitas kesukuan. Seberapa besarpun emosi yang menjangkit di hati, mereka tetap berdamai dan segala macam pertikaian pun terhenti.

Lantas bagaimana dengan kenyataan di masa kini dimana para pemangku bumi gemar melampiaskan gejolak permusuhan dengan tiada henti ?

Peperangan yang terdengar begitu genderang di belahan dunia, yang melibatkan beberapa negara, berkobar terus menerus tanpa jeda.

Begitupun yang terjadi di negeri tercinta Indonesia. Meski tidak terdengar riuhnya senjata api, namun pertikaian via media sudah dari sejak lama terlihat berapi-api. Mereka yang terlibat, tidak peduli bersilat lidah dengan musuh meski menghabiskan setahun penuh.

Jika berkaca pada perilaku bangsa Arab yang rela menunda perpecahan disaat bulan-bulan Harom tiba, keributan yang melanda Nusantara baik dari efek perbedaan etnis, organisasi maupun kepentingan politik, menciptakan kesan bahwa sebagian besar anak bangsa kurang memperhatikan common sense. Nyaris tak ada waktu untuk dipergunakan sebagai kesempatan mediasi guna memperkecil perseteruan yang sering terjadi.

Setidaknya, sebagai bangsa besar yang menyandang password Gemah Ripah Loh Jinawi, beragam pertikaian di bumi Pertiwi ini sesekali dijeda untuk bisa bernafas, agar situasi menegangkan dari sebab mencuatnya berbagai konflik cepat dipertemukan dengan kata tuntas.

Penulis : Zahro Diniyah

Penulis
Zahro Diniyah
Leave A Reply

Your email address will not be published.