Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU
Sejumlah warga Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumatera Selatan mengaku senang bertemu Banser di acara Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) setempat yang menggelar bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan nonmedis Aji Tapak Sesontengan (ATS), Ahad (1/10).
Srianah, warga Trimoharjo, Semendawai Suku III, bertahun-tahun mengidap penyakit vertigo dan maag. Dua tahun terakhir, perempuan berusia 41 tahun itu tiga kali keluar masuk rumah sakit.
“Badan enteng dan pusing di kepala berkurang drastis,” ujar Srianah menanggapi terapi beberapa menit ATS oleh Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada Lampung, Gatot Arifianto.
Selain itu, Srianah juga sudah bisa sedikit demi sedikit melepas kaca mata minus yang 12 tahun terakhir sama sekali tidak bisa dilepasnya.
Tanggapan serupa juga disampaikan Masudah, warga Darirejo, Belitang III, yang menderita penyakit kanker kolorektal atau kanker usus besar yang secara medis merupakan pertumbuhan sel kanker pada usus, anus dan usus buntu.
“Ada benjolan pada usus berdasarkan pemeriksaan dokter. Setiap magrib perut sering sakit dan usus seperti diremas, badan tidak nyaman, nafas sesak, kepala dan kaki kiri sering sakit. Alhamdulillah diterapi tiga kali perut sudah nyaman, termasuk bagian tubuh sakit lainnya. Sekarang untuk mengatasi pekerjaan rumah tidak terlampau sakit seperti biasanya, rasa sakit pada benjolan sekarang juga berkurang jauh,” kata dia lagi.
Bekerjasama dengan Gusdurian Lampung dan Tim Swarna Raya Yayasan ATS Global Indonesia, IPNU OKUT menggelar baksos di Yayasan Pondok Pesantren Mafatihul Huda, Comal, Yosowinangun, Belitang Madang Raya, asuhan Kiai Syaiful Anam.
Dalam kegiatan baksos dihadiri 56 masyarakat itu, Gatot didampingi sejumlah kader Ansor yang juga praktisi ATS dari Sumatera Selatan. Supriyanto dari OKI Selatan dan Ririz, dari Musi Banyuasin.
“Setelah aktivasi ATS, saya jarang memberi obat atau menyuntik pasien dengan beragam penyakit,” ujar Supriyanto, kader Ansor Cahaya Mas, Ogan Komering Ilir (OKI) yang berprofesi sebagai mantri di Puskesmas di daerah itu. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)
Sumber : NU Online
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.




