The news is by your side.

SENIMAN SANTRI NAHDLIYIN

SENIMAN SANTRI NAHDLIYIN | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa BaratPenyelenggaraan pameran lukisan para seniman lukis yang di selenggarakan oleh Lesbumi Jawa Barat, menampilkan karya-karya para seniman dari berbagai daerah, yang di adakan di kantor PWNU, jalan Terusan Galunggung no. 09 Bandung.

Menurut Dadan Madani Ketua Lesbumi Jawa Barat, pamerannya sendiri akan di mulai dari hari Selasa, tanggal 31 Januari, hingga 8 Februari, dan info berpameran ini juga sudah di teruskan dan promosikan melalui Instagram www. bdg connex.net, sebuah komunitas yang membantu menyiarkan berbagai peristiwa perhelatan seni, desain, dan kriya.

Isa Perkasa sebagai salah satu kurator, menyampaikan hasil kurasinya untuk pameran Lesbumi Jawa Barat ini, sebagai berikut.

Tema yang diusung dalam pameran Lesbumi Jawa Barat ialah “Islamiyah, Wathoniyah, Basyariyah atau persaudaraan sesama umat Islam dan umat manusia”. Tema pameran ini sangat menarik
terutama berbicara perihal pentingnya persaudaraan dan toleransi, agar kebersamaan sesama bangsa tetap utuh.

Tujuan tersebut dapat terlukiskan melalui karya seni rupa, karena syiar Islam bisa melalui karya seni rupa dan media apapun. Saat ini perkembangan seni rupa makin mutakhir dan mampu berkolaborasi dengan ragam disiplin keilmuan lain.

Dalam seni rupa Islam karya seni lukis itu tidak harus kaligrafi Arab, banyak karya seni lukis menyuarakan syiar Islam. Kini ada beberapa kiai melukis, santri melukis, kurikulum dalam pesantren sudah menerapkan ekstrakurikuler seni rupa, ini menunjukan seni rupa sudah masuk ke dalam pesantren. Bahkan beberapa even pameran seni rupa diselenggarakan oleh pesantren dan beberapa kiai yang juga menjadi peserta pameran.

Lesbumi Nahdatul Ulama Jawa Barat mencoba menyelenggarakan pameran seni rupa dalam rangka satu abad Nahdatul Ulama yang diselenggarakan di PWNU Jawa Barat. Ini langkah yang bagus untuk mengembangkan potensi perupa dari pesantren dalam bingkai perupa nusantara.

Kegiatan pameran seperti ini harus tumbuh terutama di pesantren, karena gagasan berkarya dari Seniman berlatar belakang kiai dan santri akan berbeda cara ungkapnya. Kini karya bernuansa Islami tidak lagi identik dengan kaligrafi Arab, seperti pada pameran kali ini tampak karya sangat beragam.

Seniman santri memiliki kompetensi dan persprektif yang unik untuk dikembangkan serta sudah saatnya mereka menunjukkan eksistensinya di peta seni rupa modern.

Perkembangan seni rupa pesantren dalam beberapa dekade ini makin tumbuh pesat di Jawa Barat, pada tahun 90-an sekelompok santri membuat komunitas seni rupa yang bernama Komunitas Malaikat yang diketuai oleh Ahmad Faisal Imron, yang anggotanya berasal dari beberapa pesantren di Jawa Barat. Komunitas Malaikat ini cukup eksis di kancah seni rupa Bandung.

Komunitas ini bermarkas di pesantren Baitul Arqam Ciparay. Saat ini ada muncul lagi beberapa komunitas seni rupa santri, salah satunya komunitas seni santri di pesantren Al-Basyariyah Cigondewah. Santri ini adalah para alumni pesantren Gontor Darussalam yang dipimpin oleh Wildan Febry Akbar.

Hal menarik dari karya-karya para santri ini tidak lagi terpaku oleh kaligrafi Arab, bahkan karya-karyanya sangat kekinian dengan tetap bernuansa Islami.

Manusia mendapatkan pengertian mereka mengenai dunia dan diri mereka sendiri tidak hanya melalui pemahaman lazim, tetapi juga melalui seni dan agama. Karena itu pameran ini menjadi sebuah daya tarik tidak hanya dengan bentuk formal seni, melainkan juga dengan isi dan maknanya yang berusaha disampaikan dari hasil rekam jejak empiris para perupa santri ke dalam karyanya.

Pameran kali ini sangat menarik karena ini merupakan pameran yang pertama kalinya diselenggarakan di kantor PWNU Jawa Barat.

Pada dasarnya pameran seni rupa seperti ini merupakan ruang ekspresi bagi perupa dan pelaku seni kreatif berlatar santri dan pesantren.

Sehingga dapat mengakomodasi kompleksitas seni dalam lingkup santri dan pesantren. Sudah saatnya seniman santri mensejajarkan diri dan menunjukkan eksistensinya di peta seni rupa modern
untuk menambah khazanah keberagaman seni rupa pada ruang yang lebih umum.

Semoga pameran ini menjadi penanda dari perkembangan seni rupa di pesantren atau lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya, juga menjadi pemantik bagi daerah.

Selamat mengapresiasi!
Isa Perkasa

Leave A Reply

Your email address will not be published.