STAI Al Barokah Gandeng Pergunu Jawa Barat, Selenggarakan Seminar Pendidikan

12

Sukabumi, Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan,dan komputasi kognitif. Industri 4.0 menghasilkan “pabrik cerdas”. Di dalam pabrik cerdas berstruktur  moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat Internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Perkembangan teknologi informasi digitalisasi tentu berdampak pada lembaga pendidikan.

Menyikapi hal tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STAI) Al Barokah bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat  menyelenggarkan Seminar Pendidikan dengan mengambil tema “Tantangan Lembaga Pendidikan Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” di Aula Gedung STAI Al Barokah Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat. (9/3/2019)

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua STAI Al Barokah Hendarsita Amartiwi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Barat Deden Saeful Hidayat dan Ketua Bidang Diklat Pergunu Jawa Barat Marwan Setiawan.

Pada kesempatan tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Barat, Deden Saeful Hidayat menyampaikan untuk mempersiapkan lembaga yang ideal pada perkembangan dunia digital, para pendidik merupakan salah satu faktor yang urgent yang harus benar-benar disiapkan menghadapi revolusi industri 4.0 dengan memiliki jiwa kreativitas, inovatif serta memahami teknologi.

“Pendidik di era ini harus memiliki jiwa kreativitas, inovatif, memahami IT dan network sehingga dapat mempersiapkan generasi yang kompetitif sesuai dengan perkembangan yang ada” tutur Deden Saeful Hidayat

Sementara itu, Kaprodu PAI Abdussani Ramdhani menyatakan bahwa pada era revolusi industri 4.0 tenaga manusia digantikan mesin, energi listrik dan motor penggerak,

“Teknologi infomasi dan otomatisasi (awal lahirnya internet ) dan kemudian kita memasuki era berkembangnya Internet of/for Things, dan kehadirannya begitu cepat sehingga kita sebagai tenaga pendidik harus melakukan perubahan baik mind set, metode,  maupun pendekatan pada proses pembelajaran sehingga terlahir anak didik yang tidak hanya cerdas spiritual, berkarakter saja namun kompetibel dan kompetitif sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan” tutur Abdussani Ramdhani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here