Terima KPU, Ketum PBNU: Kepentingan Politik NU Hanya Keselamatan Bangsa dan Negara
Jakarta, NU Online – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menerima kunjungan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) di gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (4/1/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya menegaskan bahwa kepentingan politik NU hanyalah keselamatan bangsa dan negara. “Satu-satunya kepentingan politik NU keselamatan bangsa dan negara,” ujarnya.
Sebab, Gus Yahya menjelaskan bahwa NU pada Muktamar Ke-27 NU di Situbondo pada tahun 1984 memutuskan untuk tidak lagi terlibat dalam politik praktis.
Oleh karena itu, Gus Yahya menegaskan bahwa NU berupaya untuk menjaga stabilitas. Apapun yang disepakati sebagai aturan dalam pemilu, NU mendorong agar dapat dilaksanakan dengan baik.
“Buat NU sendiri, apapun yang disepakati di antara pemain terlibat dalam percaturan itu, kita dorong untuk dilaksanakan dengan disiplin,” ujarnya.
NU juga mendorong agar dapat membangun tradisi demokrasi yang lebih rasional sebagai bentuk sumbangan konstruktif dalam dinamika politik yang lebih baik untuk mewujudkan keadaan lebih baik.
“Dalam hal ini dengan mengupayakan terwujudnya suatu tradisi demokrasi yang lebih rasional dan berakhlak,” kata kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah 56 tahun yang lalu itu.
Gus Yahya menjelaskan bahwa rasional itu berarti tidak memunculkan sentimen identitas ataupun primordialisme. Namun, hal yang harus dikedepankan adalah kepentingan objektif yang bisa dibicarakan bersama.
“Tidak usah main sentimen identitas, tidak usah main primordial, tetapi kita bicara kepentingan objektif rasional yang bisa didiskusikan,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.
Adapun berakhlak yang dimaksud adalah sportif dalam proses keberlangsungan Pemilu. “Artinya disiplin di dalam menjaga sportivitas dalam kompetisi Pemilu,” katanya.
Karenanya, ia juga tidak ingin identitas NU dieksploitasi dalam rangka politik praktis itu. “Di samping memang, soal demokrasi rasional, tidak mau identitas ke-NU-an dieksploitasi,” ujarnya.
Pada pertemuan tersebut, Gus Yahya didampingi Ketua PBNU H Amin Said Husni dan Wasekjen PBNU Masud Saleh. Sementara komisioner KPU yang hadir adalah Ketua KPU Hasyim Asy’ari, Mochammad Afifudin, Betty Epsilon Idroos, Yulianto Sudrajat, dan August Mellaz.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Syamsul Arifin
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



