The news is by your side.

Terkait Video NU Dukung Nasakom Baru, PBNU: Ilusif dan Ahistoris

Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan, Robikin Emhas menyayangkan pihak-pihak tertentu yang menarasikan NU mendukung Jargon Nasionalis, Agama dan Komunis (Nasakom) baru jika Joko Widodo kembali terpilih sebagai presiden.

Menurut Robikin, narasi tersebut ilusif dan bertentangan dengan sejarah yang ada.

“Di tahun politik ini ada saja yang menarasikan seolah-olah NU akan menjadi pendukung Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunisme) baru kalau Jokowi menang Pilpres. Ilusif dan ahistoris,” kata Robikin kepada NU Online Kamis (7/2) malam melalui sambungan telepon.

Robikin menganggap, narasi yang keliru itu muncul atas dasar pada masa Presiden Sukarno, NU mendukung Nasakom. Padahal, sambungnya, ketika itu NU menjadi pihak terdepan yang menuntut agar Partai Komunis Indonesia (PKI) dibubarkan.

“Perlu dicatat, NU bukan pendukung PKI. Setelah pemberontakan G 30 S/PKI, NU bahkan berada di garda terdepan menuntut pembubaran PKI. Mengapa? Karena paham Islam ahlu sunnah wal jamaah dan visi kebangsaan yang dianut NU tak memberi ruang bagi tafsir PKI terhadap sila pertama Pancasila dan pemberontakan yang dilakukan PKI,” ucapnya.
Baginya, sejarah telah mencatat bahwa dukungan NU terhadap Nasakom pada era demokrasi terpimpin kala itu selain atas pertimbangan keutuhan NKRI, justru sebagai bandul politik untuk membendung laju komunis yang kala itu pengaruhnya makin meluas. 

“NU menempatkan diri menjadi benteng Islam dari kemungkinan ancaman komunis. Apalagi kala itu NU boleh dibilang sebagai satu-satunya kekuatan politik Islam usia pembubaran Masyumi karena terlibat PRRI/Permesta,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada larangannya bagi warga negara untuk turut meramaikan politik elektoral, baik Pemilihan Legislatif mail Pemilihan Presiden. Namun demikian, ia mengingatkan agar tidak menciderai hajatan demokrasi lima tahunan ini dengan menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fake news.

Selain itu, Robikin juga mengajak masyarakat supaya mengisi pesta demokrasi dengan berbuat kebaikan.

Sumber : NU Online

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.