Tewaskan Jenderal Iran, Pakar: AS Langgar Hukum Humaniter Internasional

57
Tewaskan Jenderal Iran, Pakar: AS Langgar Hukum Humaniter Internasional

Jakarta, NU Online

Pakar Timur Tengah M. Najih Arromadloni menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) telah melakukan langkah fatal dengan membunuh pimpinan pasukan resmi negara di sebuah negara berdaulat yakni Komandan Pasukan Quds, Jenderal Qasem Soleimani dan Komandan Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak, Abu Mahdi al-Muhandis.

“Dari sisi hukum humaniter internasional atau hukum perang, Amerika Serikat telah melanggar aturan. Masyarakat internasional mempunyai kewajiban moral untuk membawa Donald Trump ke International Court of Justice sebagai penjahat perang,” ujar Najih kepada NU Online, Rabu (8/1).

Iklan Layanan Masyarakat

Pria yang juga alumnus Universitas Kuftaro Damaskus, Suriah ini tidak memungkiri bahwa yang dilakukan AS tidak terlepas dari doktrin pre-emptive strike (pencegahtangkalan).

“Ideologi atau doktrin pre-emptive strike harus dihentikan. Ideologi seperti ini berbahaya bagi negara berdaulat mana pun termasuk Indonesia,” jelas Najih.

“Dampak apa yang Amerika Serikat lakukan terhadap Iran ini bisa memunculkan konflik yang meluas dan berkepanjangan,” imbuh pria yang juga Sekjen Alumni Syam Indonesia (Alsyami) ini.

Ia memaparkan, dampak yang bisa terjadi bukan hanya konflik bersenjata, tapi juga efek lanjutan seperti krisis energi, meroketnya harga minyak, dan seterusnya yang menimbulkan efek domino di mana Indonesia akan ikut terdampak.

“Untuk mencegah dan menahan laju itu semua dibutuhkan keadilan dan penyelesaian secara hukum, sebagai langkah de-eskalasi ketegangan lebih lanjut,” kata Najih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here