Tiga Pilar NU Menurut Ajengan Ali Muhyidin Garut

72

Tiga Pilar NU Menurut Ajengan Ali Muhyidin GarutGarut, NU Online

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi yang mempunyai karakter unik dan tidak bisa ditemui di organisasi lain, karena di dalam NU paling tidak ada tiga pilar yang menjadi ciri khasnya dan bahkan bisa menjadi barokah dan keramat sehingga walaupun NU terus menerus diuji dengan berbagai cobaan mulai dari intervensi, fitnah, adu domba, dan sebagainya tapi sampai hari ini NU tetap menunjukan eksistensinya.

Demikian disampaikan KH Rd Ali Muhyidin Maulani, Mustasyar PCNU Kabupaten Garut, di kediamannya Komplek Pesantren Al-Halim, Jln Suherman Perum Jati Indah, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Selasa (26/6)

Iklan Layanan Masyarakat

“Pertama, NU adalah jam’iyah mubarokah, di NU itu banyak barokahnya sehingga siapa saja yang mau berkhidmat di NU hidupnya pasti akan barokah karena NU didirikan oleh para ulama dan wali,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Halim itu.

Ditambahkan, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy`ari bahkan memberikan pernyataan bahwa barang siapa yang mengurus NU akan dianggap santrinya Hadratus Syaikh dan didoakan supaya orang tersebut beserta keluarganya husnul khotimah.

Pilar Kedua, kata dia, NU adalah Simpul Aswaja yang bisa menjaga ajaran ahlus sunnah wal jamaah, satu di antara contohnya adalah jamaah dan jam`iyah NU paling aktif dalam menggelar kegiatan shalawatan dan hal ini menjadi salah satu pilar yang akan menyeimbangkan kehidupan di dunia.

“Kalau tidak ada shalawatan dunia ini bakal hancur, bukan hanya Indonesia saja tapi alam dunia ini,” ujarnya.

Ajengan Ali melanjutkan, pilar yang ketiga dalam NU adalah LSA, yaitu akronim dari Lembaga Swadaya Akherat yang lebih cenderung mengutamakan kepentingan akherat lebih kekal dari pada kehidupan dunia sehingga ketika berkhidmat dan bergerak di NU akan melahirkan keikhlasan.

“Mengurus NU itu harus murni ibadah dan khidmah, jika masuk NU berfikir hanya untuk kepentingan pribadi saja maka hidupnya tidak akan barokah yang ada nanti dengan sendirinya akan mental karena kuwalat,” tukasnya. (Aiz Luthfi/Muiz)

Sumber : NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here