The news is by your side.

Tradisi Tumpengan Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW

Tradisi Tumpengan Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa BaratMaja – Gema Maulid Nabi Muhammad SAW berkumandang disetiap pelosok negeri ini. Spirit kebersamaan dan pengorbanan menjadi inti pelajaran berharga dalan moment peringatannya. Tidak ketinggalan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cikedung Maja Kabupaten Majalengka yang terus mempertahankan tradisi tumpengan dalam perayaan Maulid tahun ini. Hal ini terlihat dari semaraknya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di Mesjid Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cikedung Desa Maja Utara Kecamatan Maja, Sabtu (2/12).

Ketua Panitia, Endin Muhtadin mengatalan acara ini selalu dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka memupuk semangat keislaman para santri dan siswa khususnya semangat meneladani akhlak Nabi yang mulia. “Melalui kegiatan Maulid ini anak-anak kami dididik untuk mampu mengenang sekaligus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW”, katanya.

Ia juga menambahkan peringatan ini rutin dilaksanakan di pesantren ini dan selalu melestarikan tumpengan yang merupakan simbol kebersamaan dalam menjunjung nilai-nilai islam yang luhur. “Alhamdulillah rutin tradisi tumpengan selalu kami adakan dalam acara Maulid Nabi ini. Tumpengan ini merupakan simbol bagi kita semua, bahwa diperlukan kebersamaan untuk menjungjung dan menegakkan nilai-nilai luhur keislaman ini”, tambah pria yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan di MTs Ma’arif Cikedung Maja ini.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Asatdiz Aan Subarhan memaparkan pentingnya generasi saat ini untuk meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. ” Saat ini diperlukan adanya semangat jihad dalan diri kita semua khususnya generasi muda sebagai penerus dakwah”, paparnya.

Aan juga mengharapkan semangat dakwah yang harus ditiru adalah dakwah yang ma’ruf (baik) dengan cara, kata dan tingkah laku yang baik serta bisa membuat nyaman masyarakat kita. “Perlu diingat oleh generasi muda sekarang, dakwah bil ma’ruf (dengan baik) akan lebih diterima dan mengena bagi masyarakat”, harap aktivis muda NU Majalengka ini.

Ia pun membekali santri dan siswanya untuk selalu semangat menuntut ilmu dan berakhlakul karimah sebagai investasi bagi kehidupannya dikemudian hari. “Sudahlah disini kalian (para santri dan siswa) tidak usah berfikir dan berkeinginan apapun, maqom kalian saat ini adalah penuntut ilmu. Maka dari itu, kalian semua harus semangat menuntut ilmu dengan dibarengi oleh ibadah yang banyak dan berakhlakul karimah. Insya Allah dengan demikian, kelak hidup kalian hasanah fid dunya wal akhirah”, pesan pria yang juga menjabat sebagai Staff Ahli anggota DPR RI ini.
Sementara itu, Ketua Yayasan Darul Ma’arif H. Ade Trisnomulyo dalam sambutannya mengucapkan bangga atas kinerja semua pihak dilingkungan pondok pesantren yang terus melestarikan tradisi-tradisi keagamaan sejak puluhan tahun ini. ” Pesantren ini sangat salaf dan termasuk pesantren tua sehingga luar biasa kalau tradisi keagamaan ini masih terjaga dengan baik dan setiap tahunnya selalu dilaksanakan. Saya benar-benar bangga untuk semua pihak yang terlibat ini”, ucapnya.

Diakhir sambutannya, Ia memohon kepada seluruh civitas akademika yang ada untuk tetap meningkatkan kualitas keilmuan yang ada di pesantren baik itu melalui kegiatan formalnya maupun informal. “Tentunya kualitas keilmuan dilingkungan pesantren baik itu pondok pesantren, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah atau Sekolah Menengah Kejuruan harus terus ditingkatkan demi terwujudnya lulusan yang siap tampil dan berkarya di masyarakat”, pungkasnya.

Tampak hadir dalan acara peringatan Maulif Nabi Muhammad SAW ini Ketua Yayasan Darul Ma’arif, H. Ade Trisnomulyo beserta jajarannya, Kepala SMK Darul Ma’arif Hj. Tuti Kurniati beserta Jajarannya, Kepala MTs Ma’arit H. E. Afief Alfiana, M.Si beserta jajarannya, Kepala MI Ma’arif Sayahdiun, M.Pd.I beserta jajarannya dan ribuan santri serta siswa Darul Ma’arif.

Leave A Reply

Your email address will not be published.