Alasan Palestina Tolak Rencana Perdamaian Timur Tengah oleh AS
Yerusalem, NU Online
Palestina menolak Rencana Perdamaian Timur Tengah yang diresmikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ribuan rakyat Palestina menggelar aksi protes atas rencana itu di Gaza dan Tepi barat pada Selasa (28/1).
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, bahkan menyebut, Rencana Perdamaian Timur Tengah Trump tersebut dengan ‘tamparan abad ini (slap of the century)’. Menurutnya, rencana itu tidak akan diterima karena bertujuan untuk mengakhiri perjuangan Palestina.
“Setelah omong kosong yang kita dengar hari ini, kita katakana seribu tidak untuk Kesepakatan Abad Ini,” kata Abbas, Selasa (28/1) saat konferensi pers di Tepi Barat, Ramallah, seperti diberitakan Aljazeera.
Dia menegaskan, Palestina akan tetap berjuang untuk mengakhiri pendudukan Israel dan mendirikan negara berdaulat dengan ibu kota Yerusalem Timur. “Kita tidak akan berlutut dan kita tidak akan menyerah,” tegasnya.
Diberitakan Reuters, Rabu (29/1), dalam Rencana Perdamaian tersebut, Trump memang mengusulkan solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel yang terjadi puluhan tahun, namun ‘dengan syarat.’ Yaitu, Yerusalem merupakan ibu kota Israel yang tidak bisa dipisahkan. Sementara Palestina akan diberi hak untuk mengelola Yerusalem Timur sebagai ibu kota kalau diakui sebagai negara.
Buku lain :