The news is by your side.

AMALAN YANG BOLEH DIKERJAKAN MUSLIMAH SELAMA HAID

AMALAN YANG BOLEH DIKERJAKAN MUSLIMAH SELAMA HAID | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Zalfa Ashilah Hauramassah Ar-Rasyid – 

Rasulullah Saw bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أَقْبَلَتِ الحَيْضَةُ، فَدَعِي الصَّلاَةَ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ، فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي» صحيح البخاري

Dari Aisyah r.a berkata, Nabi bersabda: Jika datang haid, maka tinggalkanlah shalat. Jika haidnya selesai, maka mandilah, bersihkan darahnya lalu shalatlah. (HR. Bukhari).

Haid atau menstruasi merupakan siklus alami pada organ reproduksi wanita yang ditandai dengan keluarnya darah dari vagina. Menurut pandangan Islam, haid yaitu masa di mana seorang perempuan sedang dalam keadaan tidak suci sehingga diharamkan untuk melakukan sejumlah ibadah seperti shalat, puasa, berhaji, dan membaca Al-Qur’an.

Umumnya haid berlangusng selama 5 sampai 7 hari dengan siklus selama 28 hingga 35 hari. Namun disamping itu, ternyata ada beberapa amalan yang dapat dikerjakan selama masa haid berlangsung untuk tetap menjaga keimanan serta mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Berikut beberapa amalan yang dapat dikerjakan muslimah selama dalam masa haid:
1.Memperbanyak Dzikir dan Sholawat
Wanita muslim yang sedang haid diperbolehkan untuk berdzikir dan bersholawat dengan mengucapkan kalimat thayyibah seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil, berisitghfar dan menyebutkan nama-nama Allah Swt untuk mengisi kekosongan waktu. Mengerjakan amalan ini dapat membuat hati kita merasa tenang dan tentram. Seperti firman Allah Swt dalam surat Al-Ahzab ayat 41-42 yang mengingatkan kepada kita untuk selalu berdzikir kepada-Nya

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ. وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

Rasulullah Saw juga bersabda:
[ يسبح مائة تسبيحة فيكتب له ألف حسنة أو يحط عنه ألف خطيئة ] رواه مسلم
“Bertasbih 100 kali maka ditulislah untuknya 1000 kebaikan atau dihapus darinya 1000 kesalahan.” (HR. Muslim)

2.Berdoa
Sama halnya dengan berdzikir, berdoa juga diperbolehkan untuk dilakukan setiap saat. Doa merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Wanita haid bisa mengamalkan doa harian seperti al-Matsurat. Al-Matsurat merupakan sebuah buku kecil yang berisikan tentang kumpulan ayat-ayat pilihan dan doa-doa harian yang diamalkan oleh Rasulullah Saw.

3.Bersedekah
Amalan selanjutnya adalah bersedekah. Sedekah adalah memberi manfaat dan bantuan kepada seseorang yang membutuhkan, baik dalam bentuk harta, ilmu, ataupun tenaga yang semata-mata hanya untuk mengharap ridha Allah Swt. Allah Azza wa jalla berfirman:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ ۗ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ ﴿٢٧٠﴾ إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Dan apa pun infak yang kamu berikan atau nadzar yang kamu janjikan maka sungguh, Allah mengetahuinya. Dan bagi orang yang zhalim tidak ada seorang penolong pun. Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allâh akan menghapus sebagian kesalahanmu. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.” [Al-Baqarah/2:270-271]
4.Mendengarkan Murotal Al-Qur’an
Amalan ketika haid ini merupakan amalan yang penuh dengan pahala. Walaupun kita tidak diperbolehkan membaca Al-Qur’an, perempuan haid dianjurkan untuk mendengarkannya. Sebab, dengan mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an hati akan terasa tentram. Aisyah ra meriwayatkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ رَأْسَهُ فِي حِجْرِي فَيَقْرَأُ وَأَنَا حَائِضٌ
Artinya, “Dahulu Rasulullah Saw meletakkan kepalanya di pangkuanku kemudian membaca (Al-Qurán) sedangkan aku dalam keadaan haid.” (HR Abu Dawud [nomor 227], Bukhari [nomor 288], Muslim [nomor 454], Ahmad [nomor 24442], dan Ibnu Majah [nomor 626]).

5.Berbuat Baik pada Orang Lain
Berbuat baik terhadap sesama merupakan salah satu perintah dari Allah Swt. Setiap perilaku baik yang didasari rasa ikhlas untuk mengharap ridha-Nya dapat dihitung sebagai suatu ibadah. Melakukan perbuatan baik juga dapat meningkatkan silaturahmi dan toleransi. Memberi makanan kepada orang yang sedang berpuasa adalah salah satu contoh berbuat baik. Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192)

6.Menjaga Kebersihan Diri
Amalan selanjutnya adalah menjaga kebersihan. Seperti yang kita ketahui, kebersihan itu sebagian dari iman. Namun disamping itu, banyak perempuan yang semasa haid nya masih lalai dalam menjaga kebersihan tubuh. Bahkan beberapa perempuan enggan untuk menyisir rambutnya atau memotong kukunya dengan alasan hal tersebut dilarang. Padahal, Islam sangat menganjurkan untuk kita manjaga kebersihan dimanapun, kapanpun, dan apapun keadaannya.

Jadi, enam hal diatas merupakan solusi bagi perempuan yang sedang haid untuk dapat menjaga ketaatan dan keimanan serta dapat meningkatkan nilai-nilai spiritual keagamaan. Dengan begitu, kita tidak akan kehilangan sumber pahala meski dalam keadaan haid sekalipun.

Penulis
Zalfa Ashilah Hauramassah Ar-Rasyid
Leave A Reply

Your email address will not be published.