Ancaman bagi Orang yang Menyamakan Jual Beli dengan Riba

16

Maksud dari ayat adalah bahwa jual beli dengan tempo itu boleh-boleh saja dan halal. Yang tidak halal adalah apabila terjadi penundaan, kemudian dilakukan adanya penambahan harta sebagai konsekuensi dari penundaan tersebut. Tentu dalam hal ini, sifat dari tambahan antara proses jual beli dan riba adalah jauh berbeda dari segi dampaknya. Oleh karena itu, menurut at-Thabari, seolah dalam ayat ini, Allah berfirman: 

فليست الزيادتان اللتان إحداهما من وَجه البيع،والأخرى من وجه تأخير المال والزيادة في الأجل، سواء. وذلك أنِّي حرّمت إحدى الزيادتين = وهي التي من وجه تأخير المال والزيادة في الأجل = وأحللتُ الأخرى منهما، وهي التي من وجه الزيادة على رأس المال الذي ابتاع به البائع سلعته التي يبيعها، فيستفضلُ فَضْلها

Artinya: “Tiada antara dua tambahan yang salah satunya diperoleh dari jalan jual beli dan yang lain dari akibat penundaan utang dan konsekuensi tempo adalah sama. Salah satu dari kedua tambahan ini Aku haramkan, yaitu yang berasal dari akibat penundaan utang dan konsekuensi tempo (denda). Namun Aku menghalalkan yang lain yang diperoleh dari tambahan terhadap “harga pokok” (ra’sul mâl) dagangan yang dijual oleh penjual, lalu ia mengambil kelebihannya.” (Abu Ja’fa Al-Thabary, Jâmi’u al-Bayân ‘an Ta’wili ayi al-Qur’ân, Kairo: Daru Hijr, 2001, juz 5, halaman 38)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here