26.7 C
Bandung
Selasa, Agustus 16, 2022

teras islam moderat online NU Jawa Barat

Must read

Cadas Pangeran, Kang Yana dan Kita

Cadas Pangeran, Kang Yana dan Kita | NU Jawa Barat

Tb Chep Zulfikar Natanegara – Sejak hari pertama Kang Yana diberitakan hilang, banyak teman, kolega yang mengontak saya agar cerita soal Cadas Pangeran.

Bagi warga Sumendang Raya atau pelintas, Cadas Pangeran tentu tidak asing, ada cerita sering terjadi kecelakaan sampai soal ‘Mistis’ Penjaga wilayah itu.

Hilangnya kang Yana di Cadas Pangeran, jadi trending topik se wilayah Semudang, bahkan bisa jadi sepenjuru negeri.

Nitizen punya update tersendiri soal misteri hilangnya kang Yana, ada yang menghubungkan di sembunyikan mahluk penunggu Hutan Cadas Pangeran. Pemerintah lewat BPBD Sumedang, Basarnas, BTB Baznas, Relawan, TNI Polri dikerahkan untuk mencari keberadaan kang Yana.

Netizen makin riuh, karena ada yang memposting kegiatan Orang Pintar dan para Kuncen yang memberikan info, mang Yana masih ditahan mahluk ghaib.

Di internal kami, Jam’iyyah Ruqyah Aswaja Sumedang, sebagian sahabat menjuluki Lembaga Penayaan NU, karena kami memang bergerak sebagai sayap dakwah LDNU untuk berdakwah di bidang Ruqyah Jampe untuk mendakwahi Manusia & bangsa Jin ( mahluk astral).

Senior Kami, Ajengan Wawan Ibadurrahman, sempat melontarkan Candaan , agar praktisi JRA Sumedang diturunkan untuk membantu mencari kang Yana.

Kembali ke Cadas Pangeran.

Secara pribadi, kami biasa melintas, ngopi atau berhenti sejenak di Cadas Pangeran. Sebelum aktif di Jam’iyyah Ruqyah Aswaja. Cadas Pangeran menjadi bahan diskusi dan tempat Ngopi di penggiat Padepokan Tumaritis, Padepokan Cadas Pangeran dan Padepokan Santri Siliwangi.

Karena Cadas Pangeran lah , kami pernah putus Silaturahim dengan Sedulur di Pantura, karena kami keukeuh dengan Hujjah, bahwa Cadas Pangeran atau Pangeran Cornel adalah Tokoh dan Pahlawan.

Sedang banyak kolega, dulur kami di Pantura tidak setuju dengan klaim kami itu. Mereka meyakini ( Punten) , Pangeran Cornel turut membantu melawan menggempur pasukan Mujahidin Bagus Rangin dan Pangeran Diponegoro.

Biarlah sejarah masa lalu, bukan menguak luka atau cerita lama, semoga jadi pelajaran kita bersama, ya hujjah kami sederhana, dalam Tawasul doa , kami selipkan nama Prabu Aji Putih, Pangeran Cornel, Pangeran Santri.

Kembali Ke Cadas Pangeran
Ada juga kolega yang bertanya soal pandangan JRA soal hilangnya kang Yana.

Saya jawab, dengan menghidupkan 3 Handy Talki yg selalu ada di Ransel.
” Nih, masih di cari sama Tim BPBD, Basarnas,……”.

Masih juga di kejar soal isu kang Yana disembunyikan mahluk penunggu Cadas Pangeran.
Tentu soal ghaib, jawaban kita tidak boleh asal dan sembrono. Bukan untuk menandingi para guru, Kasepuhan, kuncen di wilayah Sumedang.

Di keluarga besar NU tentu beragam, tapi JRA sebagai organisasi yang membawa nama besar Nahdlatul Ulama. tentu punya aturan panduan dalam menyikapi hal yang dianggap berhubungan dengan Ghaib .

Warga NU yg beraqidah As’ Ariyah dan maturidiyah tentu percaya dan mengimani bahwa Alloh swt menciptakan mahluk ghaib, seperti para Jin, Setan, dan para Malaikat.

Disitulah para Masyaikh NU dan Mujiz Ruqyah Aswaja mendirikan JRA, agar dalam menyikapi dan menghubungkan hal yang ghaib harus proporsional serta ketat.

Kami para praktisi Ruqyah Jampe NU di JRA, sangat faham betul, kenapa cerita hilangnya kang Yana dihubungkan dengan mistis. Selain kearifan lokal, memang kita semua meyakini bahwa Alloh swt menciptakan mahluk ghaib.

Disanalah peran JRA dan para Santri ,Ajengan semua. mendakwahkan Alquran sebagai Syifa untuk semua mahluk. baik manusia ataupun bangsa Ghaib.

Baik mahluk ghaib yang di Cadas Pangeran ataupun di seluruh dunia. Ada yang muslim ada yang kafir. Ada yang beriman ada yang bedegong.
Diluar kasus Kang Yana, kita harus mawas diri, menjaga lingkungan dan masyarakat kita.
Pemerintah sudah benar dalam menyikapi kasus kang Yana. Menurut Guru Kami Kyai Ade Aam, kita semua butuh literasi, membaca agar tidak latah menyebar, termakan hoaxs.

Senior Praktisi Aswaja An Nahdliyyah Sumedang, Pangersa Ajengan Rd Badhen Sambas selalu mengingatkan kami semua, dalam menyikapi hal yang nyata dan ghaib kita harus arif bijaksana.

kanggo Wali Tanah Sumedang, Pangeran, Santri, Pangeran Cornel, sadayana. Alfatihah.

Tb Chep Zulfikar Natanegara
Ketua Jam’iyyah Ruqyah Aswaja Sumedang

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article