Cegah Diabetes Meningkat, LKNU Maksimalkan Puskesmas dan Rumah Sakit

Jakarta, NU Online
Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) memaksimalkan kerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit untuk mengurangi kasus penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes. Kerja sama dilakukan dengan bersama-sama membina dan menerjunkan puluhan kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di setiap kelurahan.
Wakil Ketua LKNU dr. Sibroh mengatakan penyakit diabetes termasuk penyakit yang mematikan. Diabetes menjadi induk dari segala penyakit, sehingga penting disosialisasikan sejak dini kepada masyarakat luas.
Menurutnya, selain biayanya yang mahal, orang yang terkena diabetes akan mudah terpapar berbagai penyakit antara lain gagal ginjal dan serangan jantung.
Pernyataan tersebut disampaikan dr. Sibroh saat memberikan sambutan pada kegiatan pertemuan kader dan penutupan program LKNU for DM, di Aula Puskesmas Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (27/5).
“Ini menyangkut hajat orang banyak, diabetes tidak gampang disembuhkan. Diabetes itu ibunya segala penyakit, makanya perhatian kita kepada diabetes harus ada dan harus disikapi bersama sama, kalau tidak masyaallah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan beberapa kali menyaksikan orang yang terkena penyakit diabetes, kasihan melihat penderitaannya. Untuk itu ia menginginkan kader kader Posbindu LKNU melakukan pendidikan dini kepada masyarakat dengan tidak menyepelekan serta memberi tahu gejala gejala yang menimbulkan diabetes agar bisa segera dicegah.
“Diabetes tidak mengenal tua dan muda, siapa saja bisa terkena, penyakit PTM tapi populasinya sangat tinggi, nah ini berarti ada kebiasaan yang salah,” ucapnya.
Kemudian, selain soal diabetes LKNU juga akan melakukan program pengabdian serupa dengan konten sosialisasi penyakit yang berbeda seperti HIV-AIDS, TBC dan lain lain. Ia meminta kepada pihak Puskesmas atau Rumah Sakit melakukan kaderisasi Posbindu agar saat program itu dimulai tidak harus mencari lagi SDM-nya. Karena sudah ada dan sudah memahami cara kerjanya.
Seperti diketahui, program LKNU for DM merupakan program kerjasama dua tahun antara LKNU dengan Word Diabetes Foundation, dimulai sejak November 2017. Tujuannya untuk meningkatkan masyarakat terkait Diabetes Milletius
Program yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan WDF itu berjalan di 5 Kabupaten/Kota yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Depok, Jombang dan Blitar. Selain itu program LKNU for DM dihadirkan untuk mengurangi angka kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) sebesar 25 persen di Indonesia. (Abdul Rahman Ahdori)
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



