Dakwah Ramah dan Indahnya Keberagaman Di Tasyakuran Warga Permata Nusa Indah Cileungsi Bogor

137

Pihak panitia mengundang penceramah dari Lembaga Takmir Masjid LTM NU Kabupaten Bogor, H Abdul Hadi Hasan, Lc. Menurutnya kegiatan positif seperti tasyakuran memang harus dihidupkan apalagi di lingkungan yang penuh keberagaman dan warna. ” Nahdliyin harus pandai merangkul semua pihak dengan mengaplikasikan semua nilai-nilai ajaran Islam Ramah yang sejak lama dipraktikan oleh para ulama Nusantara.” Ucap Kang Hadi yang juga aktif sebagai pengurus Aswaja Center NU Jawa Barat.

Dirinya melanjutkan, kegiatan tasyakuran berjalan dengan baik saat seluruh umat dapat memahami hakikat sejarah perjuangan Rasul Saw, keluarganya dan para sahabatnya. Tiga rangkaian itu tidak bisa dipisahkan, semua saling terikat. ” Mari fahami sejarah perjuangan Rasul, Keluarganya dan para sahabat Ra secara akurat dari Al Qur’an yang menyimpan banyak kisah terbaik.

Allah SWT berfirman, ” Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan Berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum ( Kami mewahyukan ) nya adalah termasuk orang – orang yang belum mengetahui.” ( Q.S. Yusuf [12]:2-3).

Iklan Layanan Masyarakat

Untuk melengkapi tafsiran dan mudah memahaminya dianjurkan pula mengkaji kitab para mufasir dan sejarah para Ulama. Jika ingin mengkaji karya Ulama NU, jelas bisa membuka Kitab Hadrotussyeikh KH Hasyim Asy’ari, Annurul Mubin fi Mahabbati Sayyidil Mursalin yang isinya sarat akan beragam formula bagi para pecinta Rasul Saw yang ingin meraih kesuksesan di Dunia dan Akhirat.” Papar Kang Hadi yang juga aktif sebagai Author Lembaga Ta’lif wa Nasyr LTN NU Jawa Barat.

Kang Hadi sepakat dengan apa yang dipaparkan oleh Bapak Tri terkait menguatkan tali persaudaraan antar warga baik sesama muslim ataupun dengan non muslim. ” Rasul Saw sejak awal sejarahnya telah membuktikan bagaimana Muhajirin diperintahkan pergi ke Ethopia, dimana rajanya beragama Nasrani. Sejarawan juga menyebut pembatalan mubahalah Nasrani Najran dengan Rasul dan Keluarganya, Hal itu mengajarkan betapa pentingnya menjaga kerukunan umat beragama, perbedaan bisa disingkirkan saat tujuan utama dikedepankan seperti saat ini untuk menjaga keutuhan NKRI.” Tegas Kang Hadi yang biasa melakukan dakwah blusukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here