The news is by your side.

Duka Menteri Agama RI Atas Kepergian KH Syaifuddin Amsir

Kepergian Mustasyar PBNU, Abuya KH Syaifuddin Amsir sungguh menyimpan duka yang begitu dalam pada murid-muridnya, sebagaimana juga dirasakan oleh Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin.

Menteri Agama, H. Lukman Hakim Saifuddin datang bersama beberapa ajudannya dengan mengenakan baju kemeja putih, celana hitam dan berkopyah nasional. Penampilannya Nampak sederhana dan tidak menunjukan bahwa dirinya seorang pejabat negara, Menteri yang sangat santun ini dikenal sebagai Mantu Kiai NU ini datang ke kediaman KH syaifuddin Amsir sekitar pukul 9 pagi, Kamis ( 19/7).

Sesampainya di dalam Rumah Abuya KH Syaifuddin Amsir, Pak Menteri langsung melakukan shalat jenazah bersama jamaah lainnya yang memang sedang melayat. Selepas melaksanakan shalat beliau langsung mendoakan Almarhum dan menyampaikan beberapa ucapan belasungkawa bagi keluarga Abuya dan para muridnya.

“ Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, sebetulnya kita semua adalah milik Allah swt dan sesungguhnya kelak suatu saat akan kembali ke hadirat Allah swt, hari ini pagi ini kita semua kumpul disini daam rangka ikut mengantarkan Almarhum, Almagfurlah KH Syaifuddin Amsir, marilah kita antar kepulangannya dengan memberikan kesaksian bahwa beliau adalah orang baik, min ahlil khoir,min ahlil jannah.” Tegas Menag Lukman.

Pada kesempatan yang sama Menag Lukman melanjutkan pernyataan kekagumannya kepada sepak terjang Abuya dalam dunia dakwah dan penulisan karya-karya ilmiah, “ Beliau ulama yang karya tulisnya sungguh luar biasa, terakhir beliau memiliki karya berjudul Al Qur’an I’jazan wa Khawashan wa Falsafatan, syarah dari karya Imam Al Ghazaly.” Ucap Menag Lukman.

Kepergian atau wafatnya seorang ulama biasa dikenal oleh masyarakat sebagai akan hilangnya atau diangkatnya ilmu oleh Allah swt, tapi bagi Menag Lukman Hakim tidak seperti itu. “ Kepulangan beliau bukan hilangnya ilmu di sekitar kita, sekali lagi kepergiannya bukan menjadikan kita kehilangan ilmu, tapi akan semakin memacu kita untuk menggali ilmu, kita sebagai murid-muridnya semoga dapat melanjutkan yang selama ini telah diperjuangkan oleh beliau.” Lugas Menag Lukman.

Menag Lukman Hakim sangat mengenal Almarhum karena pernah menjadi muridnya ketika dulu studi di Assyafiiyah Jakarta dan menyatakan bahwa Abuya merupakan dosen terbaik yang dikenalnya, karena keilmuan dan kealimannya. Diakhir sambutan belasungkawanya Menag menyampaikan doa penutup seraya berharap, semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah swt, segala kekhilafannya diberikan magfiroh , segala kebajikannya diterima sehingga Allah swt menempatkan beliau di tempat yang sebaik- baiknya.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.