Empat Catatan Penting dari Buku Menjerat Gus Dur

90

Bukan untuk membalaskan dendam, melainkan sebagai pelajaran agar kita tak selalu diwarisi awan gelap masa lalu dan agar catatan sejarah dapat diluruskan”. Ada beberapa hal yang sangat menarik dari buku ini yang menyebabkan buku ini menjadi fenomenal dan bermutu.

Pertama, yaitu lampiran yang berupa dokumen otentik proses pemakzulan Gus Dur yang disebut dengan Skenario Semut Merah (Semer) yang ditulis oleh Fuad Bawazier kepada Akbar Tanjung dengan melibatkan beberapa nama besar tokoh nasional didalamnya dengan tugasnya masing-masing.

Sehingga buku ini tidak hanya sebatas teori dan artikulasi penulis buku terhadap catatan-catatan sejarah masa lalu yang akan melahirkan kebenaran yang relatif sebagaimana catatan tentang pelengseran Gus Dur sebelum-sebelumnya, melainkan buku ini menjadi uraian fakta dengan hadirnya dokumen otentik yang super rahasia tersebut.

Iklan Layanan Masyarakat

Kedua, dari hasil obrolan saya dengan penulis beberapa waktu lalu bahwa penulis bukanlah orang yang terlibat dan aktif dalam struktur Nahdlatul Ulama (NU) baik di IPNU, PMII, Ansor atau lainnya, bahkan Mas Virdi dengan kerendahan hatinya juga tidak berani mengaku kalau beliau adalah Nahdliyin. Penulis hanya seorang yang memiliki ketertarikan terhadap ide-ide dan gagasan seorang Gus Dur karena sebelumnya penulis juga menulis gagasan Gus Dur tentang Forum Demokrasi (Fordem).

Sehingga hal ini setidaknya mengkonfirmasi kepada publik bahwa kandungan dan subtansi buku ini adalah sangat objektif dan fair karena ditulis dengan tanpa adanya sentimen kepentingan golongan dan tujuan penulis juga bukan karena dorongan ego kelompok, melainkan murni kerja-kerja intelektual dan literasi. Tidak sedikit nahdliyin atau pecinta Gus Dur yang menganggap bahwa penulis adalah washilah dari tuhan untuk membuktikan ungkapan Gus Dur yang terkenal yaitu “nanti sejarah yang akan membuktikan”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here