Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami ?

Tangerang Selatan, NU Online – Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Saiful Umam mengapresiasi mereka yang memiliki niatan baik dan tulus untuk melaksanakan syariat secara menyeluruh seperti maraknya berhijab syar’i. Tetapi ia mengaku khawatir bahwa itu hanya lah tren (gaya) sesaat.
“Kalau niatnya baik itu patut diapresiasi tetapi saya khawatir ini hanya tren sesaat,” kata Saiful di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin (21/8).
Namun demikian, ia mengatakan bahwa mereka seharusnya tidak berhenti kepada simbol-simbol luar belaka. Karena yang tidak kalah penting juga adalah bersikap dan berperilaku sesuai dengan ajaran syariat Islam.
“Tidak berhenti di pakaian saja,” tegasnya.
Menurut dia, apa pun yang berkaitan dengan syar’i itu selalu ada kepentingan ekonomi di baliknya. Ia mencontohkan, di bisnis garmen, penerbanga, pariwisata, dan lainnya itu ada pemain lama yang menguasai.
Kemudian ada pemain baru yang juga ingin mendapatkan ekonomi tersebut. Pemain-pemain baru itu sadar bahwa kalau mereka bersaing dengan pemain-pemain lama. Karenanya, mereka akan kalah sehingga mereka bisa saja menggunakan jargon-jargon syar’i.
“Sehingga hal-hal yang sifatnya syar’i ini menjadi jargon marketing yang luar biasa,” jelasnya.
Ia mengaku sadar bahwa orang ikut tren syar’i tersebut karena mereka meyakini bahwa itu adalah bagian dari implementasi agama.
“Pada tataran pelakunya mungkin mereka sadar ingin berubah. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah orang-orang yang memanfaatkan itu tadi,” lanjutnya.
Oleh sebab itu, ia menilai bahwa tren syar’i tersebut bukanlah indikator bahwa Indonesia saat ini sudah lebih islami. Baginya, yang tidak kalah penting adalah beragama secara substansial seperti berlaku jujur, tidak korupsi, adil, dan lain sebagainya. Namun, hal itu masih banyak terjadi di Indonesia.
“Jangan kemudian menganggap bahwa Indonesia lebih islami dengan adanya tren seperti itu,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



