Hidup di Jaman Telematika

98

Namun, belum apa-apa agama sudah difahami secara dogmatis, karena dianggap sebagai sumber ajaran yang datangnya dari Tuhan dan tidak dapat dievaluasi. Padahal agama yang datang dari Tuhan itu melalui berbagai tafsir atau interpretasi manusia. Banyak interpretasi yang secara komparatif pada akhirnya agama tidak bisa menjadi sumber pengetahuan yang monolitik (tunggal).

Celakanya di jaman telematika pada saat sekarang, banyak yang menjajakan agama dengan berbagai substansi dan cara, seolah tafsir agamanya yang paling benar. Agama yang datangnya secara hakiki dari Tuhan terdistorsi oleh interpretasi manusia.

Pada saat sekarang agama dianggap sebuah komoditas yang diumbar sebagai pembenaran (justification) yang dibuat manusia atas tafsirnya terhadap kebenaran (truth) yang secara hakiki datangnya dari Tuhan.

Jadi bagaimana menyikapi keberagamaan pada jaman telematika yang serba instan ini? Kembali kita harus belajar (iqro), yaitu menempatkan agama menjadi domain ontologis (objek pengetahuan) yang terbuka untuk dievaluasi, termasuk evaluasi terhadap berbagai tafsirnya.

Selamat belajar lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here