ISTIRAHAT DARI MENGATUR APARAT AGAR MATA HATI TETAP SEHAT
Padahal Presiden dengan segenap aparatur pemerintahan (sipil, polisi dan militer) dipilih dan diangkat untuk mengatur semua urusan mereka agar hajat hidup mereka bisa terpenuhi. Presiden menjadi “wakil” Tuhan dalam mengatur dan mengurus hamba-hamba-Nya.
Pada hakikatnya, semua hajat, urusan dan rezeki masyarakat sudah diatur oleh Allah swt. Sebagian syari’at-nya melalui kebijakan pemerintah. Kata Syaikh Ibnu Athaillah
اَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيْرِ,
“Istirahatkan dirimu dari ikut mengatur, apa saja yang sudah diatur oleh selainmu maka kamu jangan mengaturnya untuk dirimu”
Dalam syarah Al-Hikam, Syaikh Zarruq menjelaskan: Seorang hamba diperintahkan untuk berhenti dan beristirahat dari melakukan sesuatu yang bukan tugasnya karena hanya melahirkan lelah dan penat. Mengatur bukanlah tugas seorang hamba. Maka, jika seorang hamba turut mengatur, ia pasti ditimpa penat, lelah dan gelisah. Karena itulah seorang hamba diperintahkan untuk istirahat dari ikut mengatur.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



