The news is by your side.

Kader Ulama NU dan Tantangan Zaman

Model beragama NU adalah manhaj Ahlussunah wal jamaah yang moderat. Cara beragama model ini diyakini merupakan cara beragama yang akan menjadi model seluruh masyarakat di dunia. Ada tiga faktor penting mengapa hipotesa ini dapat diyakini kebenarannya.
Pertama, NU mengembangkan konsep Islam rahmatallil ‘alamien. Inilah epistimologi dasar-dasar Islam diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

«وَ ما اَرْسَلْناکَ اِلاَّ رَحْمَهً لِلْعالَمِینَ»
“Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Qs Al-Anbiya [21]: 107)

Manusia pada dasarnya bersifat rahmah, ramah, kasih sayang, dan ingin dikasih sayangi. Sebagaimana sifat Allah yang penuh kasih dan sayang. Orang akan bahagia jika bisa saling kasih dan sayang. Makhluk menjadi bahagia karena sifat kasih dan sayang Allah. Maka konsep Islam rahmamatallil ‘alamien sesuai dengan sifat kebutuhan dasar manusia.

Kedua, cara beragama NU selalu mengutamakan harmonisasi dari berbagai unsur dan perbedaan yang ada. NU lebih akomodatif, fleksibel, dan adaptatif. Hal ini tidak saja dilakukan kepada nilai-nilai personal, tetapi kepada nilai-nilai komunal pun NU melakukan hal yang sama. Hal ini adalah cara yang dikembangkan sejak para wali dan sampai kapanpun pasti akan dilakukan. Sebab prinsip NU adalah mempertahankan yang lama yang baik, dan mengambil hal baru yang lebih baik.

اﻟْﻣﺣﺎﻓظﺔ ﻋﻟﯽ اﻟﻘدﯾم اﻟﺻﺎﻟﺢ واﻻﺧذ ﺑﺎﻟﺟدﯾد اﻻﺻﻟﺢ
Ketiga, pengalaman sejarah kontemporer yang terjadi di wilayah Timur Tengah. Cara beragama masyarakat Timur Tengah telah menimbulkan berbagai macam konflik yang tak berujung pangkal. Negara-bangsa menjadi terpecah belah, Masyarakat mengalami kekacauan,gelombang pengungsi ke wilayah dunia harapan terus berdatangan, anak-anak dan perempuan menderita. Berjuta-juta nyawa melayang sia-sia. Model dan cara bagaimanakah mereka beragama? Apa ini Islam? Tentunya BUKAN!

Ini semua karena model dan cara beragama yang ekstrem dan radikal. Citra Islam pun menjadi rusak. Dakwah Islam mengalami kemandegan. Objek dakwah, seperti masyarakat Barat pun mengalami ketakutan. Padahal telah jelas, bahwa dakwah harus dilakukan secara lembut, dan dengan cara-cara yang baik.

Penulis
Toufik Imtikhani

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.