Kata Pengantar Syaikh Usamah dalam Buku “Islam Radikal : Telaah Kritis Radikalisme dari Ikhwanul Muslimin hingga ISIS”
Di tengah semua itu, muncul gerakan yang ingin “kembali” mencari dasar dan rujukan dari Al-Quran dan Sunnah. Mayoritas mereka yang tergabung dalam gerakan ini memiliki semangat keagamaan yang kuat. Mereka bersemangat untuk berdakwah, memberikan ceramah yang menyentuh perasaan dan hati manusia untuk berpegang teguh kepada agama Islam, serta menjalankan dan membelanya. Sayangnya mereka tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk memahami dan mengambil hukum dari Al-Quran dan Sunnah.
Begitu banyak peristiwa dan kejadian yang mereka komentari dengan memberinya kutipan ayat Al-Quran atau hadis Nabi SAW. yang dianggap sebagai dalil dan dasar sikap mereka. Namun mereka tidak sabar untuk melakukan proses istimbath (pengambilan hukum) dengan berbagai piranti, seni, prosedur, standarisasi, ilmu-ilmu pendukung, dan parameter validasi dalil, sehingga mendapatkan hasil akhir yang sangat akurat dari sumber-sumber hukum agama ini. Semua proses itu harusnya mereka lalui mengingat persoalan ini sangat sensitif dimana seseorang menyandarkan kepada wahyu.
Mengabaikan proses istimbath yang benar beresiko memunculkan pemahaman yang justru bertolak belakang dengan maksud wahyu itu sendiri, atau bahkan sama sekali malah keluar wahyu itu sendiri. Alhasil, muncul orang-orang yang tidak memiliki metodologi yang benar dalam memahami sebuah teori yang diinginkan dan ditunjukkan oleh Al-Quran.
Berdasarkan semua hal di atas, selama delapan puluh tahun terdapat sejumlah pemahaman, pandangan, teori, dan argumentasi yang tidak memiliki landasan ilmiah yang kuat, yang disuarakan oleh para sastrawan, penulis, dan da’i mereka. Hal itu diperparah oleh mereka yang berbicara mengenai agama dari kalangan dokter, arsitek, serta para pekerja dan spesialis lainnya yang baru belajar ilmu syariat. Mereka akhirnya tiba-tiba beralih profesi menjadi seorang ‘mujtahid’, padahal tidak memiliki kapasitas yang cukup.
Akibatnya, mereka memasukkan ke dalam syariat Islam, pemahaman yang absurd, pemikiran yang berbahaya, dan argumentasi yang tidak berdasar, yang dilatarbelakangi oleh sejumlah peristiwa yang sulit, tragedi yang besar, penjara, penderitaan, dan korban pembunuhan.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



