The news is by your side.

Kata Pengantar Syaikh Usamah dalam Buku “Islam Radikal : Telaah Kritis Radikalisme dari Ikhwanul Muslimin hingga ISIS”

Saat ini Al-Azhar sedang meniti napak tilas Ibnu Abbas r.a. ketika menemui dan berdiskusi dengan kaum Khawarij. Ia meringkas pemikiran mereka dan persoalan yang mereka hadapi, lantas menganalisanya berdasarkan metodologi ilmiah. Dengan kapasitas ilmu yang dimilikinya ia dapat memahami semua produk pemikiran mereka yang menyimpang. Kemudian ia memaparkan kepada mereka prosedur dan cara berpikir yang dipegang oleh para ulama dalam menyimpulkan hukum dari Al-Quran dan Sunnah. Sebelum membahas inti permasalahan, ia memberikan sebuah wacana pengantar.

Ibnu Abbas r.a. merupakan teladan pertama dalam mengaplikasikan metodologi ilmiah yang cermat; ia memantau pendapat aliran-aliran pemikiran yang bergulir di zamannya, membuka pintu diskusi, dan menjelaskan pemahaman-pemahaman yang salah dan sejumlah penafsiran berlebihan terhadap Al-Quran dan Sunnah.

Gerakan pemikiran yang menyimpang di zaman Ibnu Abbas r.a. itu dimulai dengan mengafirkan masyarakat dan mengangkat senjata untuk memeranginya karena persoalan hakimiyah (berhukum), yang didasarkan pada pemahaman salah terhadap firman Allah SWT: ‘’Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan oleh Allah maka mereka adalah orang-orang kafir” (QS. Al-Maaidah: 44).

Hakimiyah merupakan persoalan utama yang menjadi pijakan seluruh kelompok radikal di masa kita saat ini, dari Ikhwanul Muslimin hingga ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), sampai berkembang kepada pergerakan-pergerakan dan organisasi-organisasi cabang dan sempalannya.

Setiap satu generasi dari mereka berlalu, tidak lama kemudian muncul lagi generasi yang baru dalam bentuk yang berbeda serta dengan slogan dan identitas baru. Akan tetapi mereka memiliki cara berpikir yang sama. Mereka mengulang pendapat dan konsep yang sama, serta melakukan kesalahan besar yang sama dalam memahami teks wahyu.

Sesungguhnya kelompok-kelompok Islam radikal saat ini yang dibangun berdasarkan pemahaman tentang Hakimiyah, pengafiran terhadap pemerintah dan masyarakat, permasalahan jahiliah yang menurut mereka sebuah kemurtadan dan kekufuran, keniscayaan benturan peradaban, persoalan tamkin dan isti’la (kekuasaan), dan permasalahan-permasalahan lainnya. Jika kita telusuri identitas, sumber pengetahuan, sandaran keilmuan dan mazhab yang menjadi rujukan mereka, maka kita dapati bahwa muara pemikiran mereka adalah kelompok yang menjadi lawan debat Ibnu Abbas r.a. yang dikenal dengan sebutan Khawarij. Kelompok ini di zaman kita dinamakan dengan banyak nama dan lembaga yang saling berselisih, dari Ikhwanul Muslimin hingga ISIS.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.