22.9 C
Bandung
Thursday, May 26, 2022

Sebuah perkumpulan yang tak memiliki media, sama dengan perkumpulan buta tuli - KH Abdul Wahab Chasbullah

Must read

Muhammad Salim
Ditengah kesibukannya sebagai Guru di SMK dan MA Fauzaniyyah, pria yang kuliah di STKIP Garut (IPI) juga pernah nyantri di PP Fauzan dan Al Faizin (Fauzan 4), Ia pun aktif juga sebagai penulis berita pada LTN NU Garut dan Kontributor NU Online.

Ketua PCNU Garut: Masa Pandemik Covid-19, Semangat Juang Nahdliyin tidak Boleh Kendor.

KH Atjeng Abdul Wahid ketika menyampaikan sambutan

Ketua PCNU Garut sekaligus sesepuh Pondok Pesantren Salaman Fauzan 3 KH Atjeng Abdul Wahid mengingatkan agar nahdliyin tetap berjuang menghadapai pandemik Covid-19, hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembukaan Konferensi Kecamatan (KONFERCAM) NU ke-2 Kecamatan Singajaya di Pondok Pesantren Manarul Huda Kp. Sangiang Desa Pancasura Kec. Singajaya Kab. Garut pada hari Minggu, 13 September 2020.

Aceng Wahid sangat mengapresiasi KONFERCAM NU Singajaya karena semarak KONFERCAM NU Singajaya begitu meriah, karena MWC NU pertama yang melakukan kegiatan KONFERCAM dengan semarak dan dihadiri oleh ribuan nahdliyin.

Ceng Wahid juga mengingatkan bahwa dalam melawan pandemik Covid-19, tidak cukup dengan hanya berdo’a saja, namun juga harus dengan ikhtiar, salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Karena Covid-19 merupakan virus yang nyata, bukan hanya sebatas isu saja.

“Selaku warga nahdliyin, kita tidak cukup hanya berdo’a saja, namun juga harus dengan ikhtiar nyata melawan Covid-19 salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Karena Covid-19 merupakan virus yang nyata, bukan hanya sebatas isu saja”

KONFERCAM NU singajaya juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan, karena NU merupakan salah satu organisasi yang pertama kali menolak Covid-19, salah satunya dengan membaca Qunut Nazilah setiap waktu sholat, dan alhamdulillah NU dari PBNU sampai Ranting dan warga nahdliyin mendapatkan penghargaan sebagai organisasi terdepat mengantisipasi Covid-19, salah satunya dengan menggunakan masker.

“Alhamdulillah, NU mendapat pernghargaan dari PBNU sampai Ranting sebagai organisasi terdepan melawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga setiap kegiatan NU tetap harus memperhatikan protokol kesehatan.” Tutur Ceng Wahid

Selain itu, Ceng Wahid mengaharapkan nahdliyin tetap berkhidmah kepada NU agar selamat didunia dan diakhirat, karena sebagaimana pesan Hadrotussyaikh Hasyim Asy’ari “Siapa yang mengurus NU akan ku anggap santriku, dan siapa yang menjadi santriku, akan aku do’akan husnul khotimah beserta anak cucunya.” Tegas Ceng Wahid

Ceng Wahid juga memotivasi nahdliyin karena NU sudah semakin maju, dimana NU sudah memiliki 120 PCINU yang tersebar di dunia. Tapi kita juga jangan hanya cukup bangga dengan NU, namun kita harus ikut memajukan NU dengan segenap tenaga, pikiran dan materi dalam memajukan NU agar mendapatkan keberkahan didunia sampai akhirat kelak.

Foto bersama Jajaran MWC NU Singajaya, PCNU Garut dan Sekretaris LAKPESDAM PBNU KH Marzuki Wahid (Tengah)

Hasil KONFERCAM ke-2 NU Singajaya menetapkan Ajengan Akub Yakub dan Ustadz Endang Saeful Kholik sebaga sebagai Rais dan Ketua Tanfidziah MWC NU Singajaya masa khidmat 2020-2025.

Hadir dalam Konfercam NU Singajaya Sekretaris LAKPESDAM PBNU KH Marzuki Wahid, Wakil Ketua Tanfidziah PWNU Jabar KH Aceng Abdul Mujib, Ketua Tanfidziah dan Sekretaris PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid dan Ir Deni Ranggajaya, Wakil Ketua PCNU sekaligus Ketua MUI Kab. Garut KH Sirojul Munir, wakil Ketua PCNU sekaligus Rektor Universitas Garut Dr Ir Abdusy Syakur Amin, M.Eng, Perwakilan Koramil dan Polsek Singajaya, dan ribuan nahdliyin dengan menerapkan protokol kesehatan.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article