Kiai Cirebon Cetak Pesepak Bola Nasional

148
Kiai Cirebon Cetak Pesepak Bola Nasional

Rabu (29/8) suara smartphone terus berbunyi, ternyata ada pesan yang bermunculan di grup Lembaga Ta’mir Masjid LTM PCNU Kab. Bogor

Satu kiriman foto masuk dari Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah RMI NU Kab. Bogor KH. Abdul Basith Mahfuf. Pengurus LTM biasa menyebutnya dengan Kiai Basith.

Kiai Basith mengirim sebuah foto Rois Syuriah PCNU Wonogiri KH. Abdul Aziz Mahfuf yang menghadiri acara perhelatan Liga Santri Nusantara LSN 2018.

Iklan Layanan Masyarakat

Kiai Basith menulis, “ KH Abdul Aziez Mahfuf, Rois Syuriah PCNU Wonogiri, meski dalam pemulihan sakitnya sempat menonton Final LSN 2018 Region Solo Raya. Alhamdulillah santrinya juara Region.”

KH Abdul Aziez Mahfuf merupakan Kiai kelahiran Cirebon yang memimpin Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Dusun Kalikatir, Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Ketua Lembaga Ta’mir Masjid LTM PCNU Kab. Bogor H. Agus Riadi pada akhirnya ikut mengomentari foto kiriman Kiai Basith, “ Masya Allah, Sang Kakak di Wonogiri sedangkan Sang Adik ( Kiai Basith ) di Bogor, keduanya sama-sama berpenampilan sederhana meskipun aktivitas tingkat langit. Bravo duo Kiai dan Berkah.”

Nampak dari foto, Kiai Aziez memang sedang serius menyaksikan pertandingan bola antar santri, namun beliau terlihat tidak duduk di bangku stadion layaknya para penonton bola, akan tetapi duduk diatas sebuah kursi roda. Kiai Aziez sedang dalam kondisi pemulihan tapi semangat juangnya dalam mensupport santri selalu ditunjukan dengan penuh keceriaan.

LSN memang sudah lama bergulir, kegiatan itu diprakarsai Kemenpora dan RMI NU. Pesertanya adalah para santri yang telah berkomitmen untuk menjunjung tinggi sportifitas dan akhlak santri. Sehingga, diharapkan dari LSN 2018 ini akan muncul lagi pemain muda yang mampu mewarnai sepakbola tanah air.

Dari Foto tersebut Hikmah yang dapat diambil adalah, Kiai selalu terdepan dalam mengarahkan potensi santrinya. Di era Millenial seperti ini santri tidak dididik agar pandai menguasai kitab kuning lalu menjadi Ustadz dan Kiai, tapi seluruh potensinya dikembangkan berkat doa dan usaha Kiai hingga kelak dapat mengisi berbagai tempat strategis di Negeri Indonesia tercinta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here