The news is by your side.

Kisahku Terpapar Faham Khilafah dan Anti Demokrasi Lewat Kajian Eksklusif

Oleh Ganjar Mutaqin

Ini kisah seorang remaja asal Jawa Barat terpapar indoktrinasi khilafah dan usaha orangtuanya agar anaknya berubah.

Saya sedang tidak mengarang, karena saya sendiri mengalaminya; tercuci otak dalam pemikiran agama yang sangat eksklusif.

Dari kecil saya seorang yang sering mengaji di TPA dekat rumah saya. Namun memang tak perlu dipungkiri kehidupan bermasyarakat di kampung saya memang tidak bisa dikatakan agamis. Bahkan kampung saya dikenal dengan kekerasannya. Dengan kondisi seperti itu saya pun beralih menjadi seorang yang sangat hedonis ketika saya memasuki bangku SMP. Saya mulai mengenal kenakalan remaja ketika itu, mengaji pun sudah berhenti, bahkan saya mulai berani untuk meninggalkan shalat.

Kondisi itu berlangsung selama 2 tahun lamanya, dan saya mulai merasakan keresahan yang luar biasa. Ada muncul keinginan untuk berubah, terutama karena faktor prestasi yang kian menurun. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti menjadi seorang yang hedonis. Dan memulai kembali aktivitas mengaji di rumah.

Suatu hari ketika saya sudah memasuki kelas 9 SMP, ada saudara saya yang mengajak ngaji di suatu masjid daerah dan saya pun mengiyakan. Ada yang aneh dari pengajian itu, berkumpul 5 orang remaja dan diberi lembaran tentang dalil-dalil hukum, pemerintahan, haramnya demokrasi, dan khilafah –yang pada saat itu saya tidak paham maksudnya.

Kumpulan atau sering disebut halaqah itu pun isinya tidak jauh dari pemaparan dalil-dalil tersebut. Salah satunya ialah ayat-ayat yang mengatakan jika suatu negara tidak mengambil hukum dari hukum Allah, maka penduduknya disebut kafir. Sehingga diberilah kabar gembira, jika kita termasuk orang yang memerjuangkan Khlafah maka kita tidak termasuk dalam kekafiran tersebut.

Akhirnya setelah lama ikut mengaji dengan mereka, pandangan saya pun berubah. Saya menjadi orang yang menyalahkan pemerintahan, demokrasi haram, menjadi orang yang sinis, bahkan saya pun mulai menganggap kafir negara ini karena tidak menjadikan Khilafah sebagai sistem.

Melihat kondisi saya yang kian berubah, orang tua saya pun khawatir. Bahkan mereka pernah mengatakan, “Jar, hati-hati. Mamah takut kamu jadi teroris”. Orang tua menawarkan saya untuk masuk pesantren kepada saya. Saya pun menuruti karena juga sangat tertarik dengan dunia pesantren. Akhirnya saya pun masuk di Pondok Pesantren KH. Zainal Musthafa Sukamanah, di Tasikmalaya.

Setelah satu tahun menjadi santri, sedikit demi sedikit pandangan saya berubah, walaupun perlu berbulan-bulan untuk merubah itu. Ketika para ustadz begitu santun, dan Kyai yang mengajarkan kasih sayang. Lingkungan tersebutlah yang akhirnya menyadarkan saya. Dengan pendidikan pesantren yang ramah, eksklusivitas pun berubah menjadi inklusivitas.

Pengalaman tersebut sangatlah berharga bagi saya. Bagaimana tidak, dengan pengalaman tersebut saya menjadi lebih mudah untuk mengenalkan Islam yang ramah dan santun. Saya selalu menceritakan pengalaman tersebut di diskusi-diskusi ataupun percakapan dengan teman. Dengan itu saya dapat menjaga kondisi lingkungan saya dari keislaman yang sangat eksklusif dan berujung intoleran.

Sekarang saya pun mulai harus menjadi bagian untuk melawan pemahaman yang eksklusif terutama di kalangan pemuda yang haus akan keislaman. Namun saya yakin satu hal, untuk melawan pemikiran orang-orang eksklusif ini perlu dengan kasih sayang. Karena benar menurut Martin Luther King, “Hate cannot drive out hare; only love can do that”.

Keislaman yang inklusif-lah yang saya anut. Islam yang ramah, santun dan terbuka. Jika semua ummat muslim berpandangan seperti itu, indah bukan?

Wallahu A’lam.

Sumber : Islami.co

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.