MELESATKAN RUHANI DI TENGAH PANDEMI
Kefakiran tidak bermanfaat jika tidak ada realisasi dalam bentuk ibadah. Syaikh Ibnu ‘Athaillah melanjutkan: “Kefakiran tidak bermanfaat bagi pemiliknya kecuali jika disertai realisasi ubudiyah.” Dijelaskan oleh Syaikh Zarruq, realisasi ubudiyah meliputi empat hal: Ridla dengan kenyataan, menegakkan hak-hak Allah berupa ibadah, melarikan diri dari nafsu serta semua dorongannya, dan menghadap Allah swt dengan rendah diri, pasrah dan menunjukkan rasa butuh yang sangat.
Kesempitan dan kefakiran akibat pandemi COVID-19 bisa menjadi jalan untuk melesatkan ruhani kita kepada Allah swt, yang tidak didapatkan kala lain dalam kehidupan kita. Insya Allah, asal ma’rifat, segala sesuatu akan membawa manfaat.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



