Melihat Ciri Beragama Seseorang saat Berada di Tengah Lalu Lintas
Ia kemudian menitikfokuskan pada poin kedua, yakni berbuat baik. Menurutnya, contoh berbuat baik itu salah satu yang paling sederhana adalah soal penegakan peraturan perundang-perundangan tentang lalu lintas. Saat seseorang berhenti di lampu merah, itu sebenarnya sedang melaksanakan dua konteks.
“Pertama, konteks agama. Bahwa kalau kita menerabas lampu merah, pasti akan menimbulkan kekacauan yang itu berarti juga melanggar berbuat baik. Kedua, kita sedang melaksanakan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan negara,” kata pria kelahiran asli Cirebon ini.
Dengan demikian, lanjutnya, konsep NKRI bersyariah tidak lagi diperlukan. Sebab pada dasarnya, menjadi warga negara Indonesia yang baik adalah menjadi seorang muslim yang sejati. Agama sebagai inspirasi dan sumber nilai, sementara kebangsaan sebagai kiblat dalam kebudayaan.
“Soal hubungan antara dan negara ini, saya sering menyitir perkataan Gus Dur di dalam buku ‘Mengurai Hubungan Agama dan Negara’. Karena dalam sejarah perkembangan suatu negara, selalu akan terjadi tarik-menarik di dalam meletakkan hubungan agama dan negara,” jelas Kang Helmy, demikian ia akrab disapa.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



