Melihat Ciri Beragama Seseorang saat Berada di Tengah Lalu Lintas
Gus Dur sering menyampaikan bahwa selalu ada benturan polarisasi, terutama dalam tiga paradigma. Pertama, paradigma integralistik yang meletakkan agama dan negara dalam satu kesatuan. Bahkan, menjadikan hukum agama sebagai hukum negara.
“Kita bisa lihat misalnya Arab Saudi yang menerapkan hukum Islam sebagai hukum positif dalam kehidupan kebernegaraan,” jelasnya.
Kedua, tambah Kang Helmy, paradigma sekularistik. Yakni sebuah paradigma yang memisahkan antara agama dan negara. Pada konteks ini, agama sama sekali tidak memiliki hubungan dengan negara.
“Ini sebenarnya pernah dipraktikkan oleh Pemerintah Turki di bawah kepemimpinan Mustafa Kamal At-Taturk ketika khilafah utsmani runtuh dan segala sesuatu yang serba agama dihilangkan,” katanya.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



