The news is by your side.

Mencari Dalang (di Balik) Peristiwa G30S1965 ?

Cakrabirawa, Paspampres Yang Di-PKI-kan

Jejak digital tidak akan lenyap, meski buku-buku sejarah terus diterbitkan silih berganti dengan pandangan yang sama. Paling tidak, saksi mata mempunyai catatan tersendiri yang masih tersimpan ditempat tertentu atau pelaku sejarah yang masih hidup dapat mengungkap kembali peristiwa yang sebenarnya. Kini saatnya, bagi yang mempunyai gambaran berbeda dengan sejarah tulisan Orba dapat mengungkap tanpa rasa takut. Tentu bertujuan untuk memberi percaya diri bagi yang dikorbankan.

Salah satu contoh, Resimen Cakrabirawa sebagai pasukan pengawal dan pengamanan Presiden dibentuk pada 1962 atas usulan Jenderal Nasution dengan Komandannya Brigjen TNI M. Sabur dan Kastaf Kolonel Maulawi Saelan. Keduanya dari Kesatuan CPM.

Sementara itu, resimen Cakrabirawa terdiri dari 4 Batalion, masing-masing Yon I/Angkatan Darat, Yon II/Angkatan Udara, Yon III/Angkatan Laut dan Yon IV/Kepolisian. Rekruitmen anggota Resimen Cakrabirawa dilakukan dengan sangat ketat dan konsolidasi awal pasukan dilakukan di Puspomad Cimahi.

Anggota Yon I/AD direkrut dari pasukan CPM, RPKAD (Koppasus), Kostrad, Kodam. Yon II/AL mayoritas dari pasukan KKO AL (Marinir). Yon III/AU mayoritas dari pasukan PGT (Paskhas) dan Yon III/Kepolisian didominasi oleh pasukan Brimob. Malang tak dapat ditolak, karena ada anggota Cakrabirawa yang terlibat dalam peristiwa G30S (1 Oktober 1965). Yang akhirnya Cakrabirawa dianggap PKI atau di-PKI-kan. Padahal yang terlibat G30S hanya Kompi C Yon I dengan Dan Yon I/AD Letkol. Untung Sutopo.

Pasca peristiwa G30S anggota pasukan Cakrabirawa banyak yang menjadi buron dan banyak yang ditangkap serta dipenjarakan. Entah dengan cara bagaimana mereka banyak yang kabur ke luar negeri, seperti: Thailand, hidup dan menjadi warga negara Thailand. Sang Komandan dan Kepala Stafnya dipenjarakan untuk waktu yang lama tanpa proses peradilan.

Letkol Untung dan beberapa anak buahnya memang diadili dan divonis hukuman mati, tapi tak jelas juga kapan tepatnya dia dieksekusi. Letkol Untung adalah perwira kesayangan Mayjen Soeharto bersama Kolonel Latief sewaktu Soeharto menjadi Pangdam Dipenogoro.

Sementara itu, Letkol Untung semasa berpangkat Kapten dan berdinas di Yon 444 dan saat berpangkat Mayor menjadi Danyon 454/Banteng Raider. Sedangkan pada 1964 dia promosi kenaikan pangkat menjadi Letkol dan mutasi komando menjadi Danyon I/AD Resimen Cakrabirawa.

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.