Merindukan Kawasan Timur Tengah yang Damai

11
Merindukan Kawasan Timur Tengah yang Damai

Rakyat sipil, termasuk anak-anak, tak luput dari dampak buruk situasi perang di Timur Tengah. (Foto ilustrasi: Human Rights Watch)

Situasi di Timur Tengah tidak pernah berhenti dari konflik. Ketika kawasan lain memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk membangun negaranya, wilayah ini menghambur-hamburkan uangnya membeli atau membangun persenjataan guna menyerang atau mengancam satu sama lain. Upaya penyelesaian konflik atau membangun pengaruh di kawasan masih menggunakan pendekatan otot senjata. Padahal, model ini mulai ditinggalkan di wilayah-wilayah lainnya dengan pendekatan yang lebih lunak tapi efektif. 

Untungnya, dalam dua dekade terakhir mulai terdapat pendekatan baru yang lebih cerdas dalam membangun pengaruh sekaligus meningkatkan kesejahteraan, seperti yang dilakukan Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar. Dubai, yang sebelumnya wilayah padang pasir tak menarik, berhasil menjadi kota tujuan wisata kelas dunia dengan beragam wahana menarik dengan ikon Burj Khalifa yang merupakan gedung tertinggi di dunia. Kota ini juga menjadi pusat keuangan internasional di kawasan Timur Tengah. Dubai juga memiliki maskapai Emirates yang merupakan maskapai penerbangan terbaik di dunia. Inovasi-inovasi baru terus dilakukan. 

Doha, ibu kota Qatar, kini menjadi sebuah kota penting di kawasan Timur Tengah dengan beragam pertandingan olahraga kelas dunia serta inovasi-inovasi lainnya. Pada 2022, kota ini akan menjadi tuan rumah Piala Dunia. Jaringan TV Aljazeera yang berbasis di Doha mampu membangun pengaruh bukan hanya di Timur Tengah, tetapi juga di tingkatan dunia dengan perspektif berbeda dalam meliput berita-berita internasional yang sebelumnya didominasi oleh media-media Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here