The news is by your side.

Merindukan Kawasan Timur Tengah yang Damai

Keruntuhan Uni Soviet menunjukkan bahwa kekalahan militer bukan menjadi penyebabnya, melainkan faktor ekonomi. Secara militer, Uni Soviet dan Amerika Serikat bersaing menjadi nomor satu atau dua dalam perlombaan senjata pemusnah massal. Sumber daya yang dimiliki difokuskan untuk membangun persenjataan. Akibatnya, kondisi ekonomi terpuruk dan berakhir dengan keruntuhan negara tersebut menjadi sejumlah negara kecil. 

Situasi di Korea Selatan dan Korea Utara dapat memberi gambaran yang sama. Korea Selatan rajin membangun ekonominya dan memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Kini negari gingseng tersebut menjadi salah satu industri maju yang produk-produknya menyebar ke seluruh dunia. Di sisi lain, Korea Utara, yang pendapatannya digunakan untuk memperkuat militer, tetap sebagai negeri miskin yang rakyatnya rentan mengalami kelaparan. Satu wilayah yang kondisinya sama usai Perang Dunia kondisinya kini bagai langit dan bumi. 

Saudi Arabia mulai mencoba mengambil langkah baru dengan meluncurkan Visi 2030 untuk menggantikan energi minyak yang menjadi sumber utama penghasilannya, yang terancam dengan munculnya energi alternatif. Namun, Saudi harus bekerja keras untuk mendorong kemajuan ekonomi yang tidak berbasis pada minyak. Putra Mahkota Muhammad bin Salman berusaha mereformasi sejumlah aturan yang terlalu konservatif seperti larangan menyetir mobil bagi perempuan. Ia mencanangkan sebuah kota baru bernama Neom yang digadang-gadang menjadi pusat ekonomi Saudi Arabia dengan dana pembangunan sekitar 7 ribu triliun rupiah. 

Iran dengan ambisi nuklirnya menyebabkan negara-negara tetangganya merasa terancam. Akhirnya, negeri para mullah tersebut mendapatkan embargo dunia internasional. Ongkos yang muncul adalah perekonomian yang terpuruk dengan tingkat pengangguran dan inflasi yang tinggi serta permasalahan sosial politik lainnya. 

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.