Narasi Jorok Nasrudin Joha (Nasjo)

73

Ayik Heriansyah – Media sosial menjadi media yang efektif bagi penulis-penulis siluman untuk menyebarkan opini tanpa ketahuan jati dirinya oleh publik. Penulis siluman sengaja menyembunyikan identitas demi menjaga keselamatan dan keamanan dirinya. Ini bentuk lain dari sifat pengecut. Sifat yang muncul dari perasaan bersalah. Penulis siluman sadar tulisannya hanya provokasi yang jauh dari bobot ilmiah dan syar’iyah.

Salah satunya adalah Nasrudin Joha (Nasjo). Nasrudin Joha itu nama fiktif. Joha plintiran dari Hoja. Pembuat nama sepertinya terinspirasi oleh kecerdikan Nasrudin Hoja seorang sufi unik, nyentrik dan cerdik dari Turki yang melegenda karena ajaran-ajarannya yang sederhana dan lucu.

Sama dengan LBH Pelita Umat, nama Nasrudin Joha muncul di media sosial sebagai penulis artikel setelah badan hukum HTI dicabut. Isinya artikelnya membela HTI dan khilafah sambil menyerang NKRI dan pemerintah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here