30.6 C
Bandung
Wednesday, May 25, 2022

Sebuah perkumpulan yang tak memiliki media, sama dengan perkumpulan buta tuli - KH Abdul Wahab Chasbullah

Must read

Organisasiku Keluargaku

Kenapa organisasi disamakan dengan berkeluarga ?

Dalam Kehidupan didunia ini,sejatinya manusia tidak akan terlepas dari kebersamaan, keragaman, gotongroyong, kerjasama dan lain sebagainya.Yang itu semua tidak beda jauh dengan kehidupan keluarga dalam sehari hari. Maka, organisasi yang kita ikuti,baik organisasi keagamaan,kemasyarakatan dst. merupakan bagian dari keluarga kita sendiri.

Kita ketahui bersama, keluarga merupakan kelompok yang terdiri Kepala keluarga, Bendahara dan anggota,yang sekiranya hal itu merupakan organisasi terkecil dalam kehidupan, makanya diri kita,organisasi kita adalah keluarga yang jalurnya bukan dari suatu hubungan genetis, namun kesamaan tujuan dan kebersamaan.

Sepertimana Menurut Duvall (1976) keluarga disebut juga sekumpulan orang yang berhubungan,seperti hubungan perkawinan,adopsi,kelahiran yang tujuannya menciptakan dan mempertahankan budaya umum,sosial dan emosional anggota,meningkatkan perkembangan mental dan fisik.

Oleh karenanya,Setiap organisasi yang kita duduki,baik dalam instansi ataupun yang lainnya,harus mampu menyamakan dalam setiap langkahnya seperti keluarga yang satu sama lainnya memiliki erat kebersamaan dan toleran untuk mengambil keputusan.

Apa sih organisasi itu ?

Secara Pandangan umum,organisasi merupakan kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Yang dimana ketika menentukan tujuan tersebut tentunya banyak hambatan dan perdebatan yang difaktori dari beraneka ragamnya latar belakang antar individual. Namun itu hanya sebatas kesepakatan yang akan melahirkan kesimpulan agar terlaksananya tujuan bersama.

Chester Barnard menjelaskan bahwa pengertian organisasi adalah kompleks komponen fisik,biologis,pribadi dan sosial yang berada dalam hubungan sistematis tertentu dengan alasan kerjasama dua orang atau lebih untuk setidaknya satu tujuan yang pasti.

Berorganisasi itu penting gak sih ?

Manusia yang memiliki akal sempurna akan merasa haus akan belajar,belajar tidak hanya dalam pendidikan formal termasuk di luar formalpun banyak yang harus diketahui seperti halnya berorganisasi.

Sebab Organisasi merupakan salah satu jembatan melatih diri untuk bersosialisasi dengan orang lain,namun tidak hanya itu organisasi bisa memberikan wadah bagi diri kita untuk menyalurkan bakat dan mengembangkan kreativitas.

Organisasi bisa menjadi tempat untuk mencari ilmu dan wawasan serta pengalaman yang tidak bisa didapatkan didalam kelas.Dalam dunia pekerjaan sangat diperlukan kemampuan memimpin yang baik,ketahanan mental yang kuat dalam memahami situasi sosial yang beragam.

Ada banyak orang yang cerdas namun memiliki kelemahan ketika harus berkomunikasi dengan orang lain.mengapa organisasi bisa menjadi alat bagi mahasiswa untuk melatih diri berinteraksi dan bersosialisasi dalam sebuah kelompok yang nantinya bisa diimplementasikan ketika sudah berada pada dunia pekerjaan.

Seperti apa sih di dalam organisasi ?

Dalam kehidupan organisasi tidak beda jauh dengan kehidupan berkeluarga,namun yang membedakannya itu dari sisi kegiatan dan orang yang dilibatkan. Ketika kamu masuk dalam lingkaran organisasi tentunya kita tidak akan terhindar dari sebuah konflik dan dinamika organisasi. Baik konflik individu,sosial bahkan ada juga yang sampai keranah keagamaan.

Selain itu,dalam organisasi juga tidak luput dari sisi positifnya seperti perencanaan sebuah kegiatan,pembentukan,kerjasama anggota dan penyelesaian konflik yang dihadapi.

Seperti halnya menurut Robbin (1996),konflik organisasi merupakan suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh terhadap pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.

Pandangan ini dibagi menjadi 3 bagian menurut Robbin yaitu:

1. Pandangan tradisional

Maksud dari pandangan ini, konflik adalah hal yang mempunyai unsur negatif,dan harus dihindari. Konflik ini adalah hasil akibat kurangnya komunikasi,bahkan kurangnya kepercayaan terhadap atasan.

2. Pandangan kepada hubungan manusia.

Dalam pandangan ini,konflik dianggap sesuatu peristiwa yang wajar dalam organisasi.Konflik tidak dapat dihindari karena pasti akan terjadi perbedaan pandangan.Bahkan konflik dipelajari untuk meningkatkan loyalitas organisasi.

3. Pandangan interaksionis.

Pada pandangan ini bahwa menyarankan suatu organisasi terjadi konflik.Hal ini dilakukan agar sebuah organisasi tidak hanya statis,apatis,tenang.Tetapi juga agar suatu organisasi dapat menumbuhkan kreatifitas setiap anggota.

Aku berorganisasi, aku memiliki inovasi. Bener gak sih ?

Sebetulnya tidak semua orang merasakan manfaatnya akan organisasi,namun itu semua kembali lagi kepada diri kita sendiri. Nah,diantara yang aku rasakan manfaatnya berorganisasi yaitu mengembangkan sifat kepemimpinan. Dalam dunia kerja atau bahkan ketika menjadi mahasiswa sangat diperlukan kemampuan atau sifat kepemimpinan.

Sebab,dalam kegiatan organisasi mau tidak mau kita dituntut menjadi pemimpin yang terpimpin dan yang dipimpin.Ketika semua itu tidak kita alami selama diorganisasi,maka organisasi hanya akan menjadikan kamu sebatas eksistensi tanpa kita mendapatkan esensi berorganisasi.

Kemudian bisa melatih mental agar tidak mudah emosi saat menghadapi permasalahan atau kendala yang tidak dipungkiri akan hadir dimana saja.Dengan berorganisasi bisa sebagai untuk melatih mental dan memahami bagaimana cara untuk menghadapi orang lain dari berbagai karakter dan sifatnya.

Ketika sudah terbiasa menghadapi sebuah permasalahan pasti akan memiliki mental lebihkuat dan bisa menyelesaikan dengan baik tanpa adanya pertengkaran dan kekerasan.

Selain itu,oragnisasi bisa membuat kita berdikari untuk menemukan jati diri,karena dalam organisasi kita dididik mengembangkan inovasi melalui bakat yang kita miliki.

Sebab tidak beda jauh dengan keluarga,yang mana salah satu tanggung jawabnya menyiapkan anggotanya untuk mengembangkan diri,bahkan dikenalkan dengan banyak relasi melalui jalur silaturahmi.Mungkin itu hanya sebagian manfaat yang dirasakan,tentunya masih banyak lagi diluar itu.

kemudian organisasi tentu tidak lepas dari sebuah perencanaan.Baik merencanakan pencapaian organisasi,Kegiatan organisasi,pembentukan organisasi bahkan dalam penyelesaian masalahpun harus terencanakan juga,sepeti yang saya pernah alami,tepatnya dalam organisasi kemahasiswaan yaitu organisasi pergerakan mahasiswa Islam Indonesia yang disingkat PMII,sering merasakan bahkan ikutt erlibat dari mulai,Perencanaan struktural,kegiatan dan penyelesaian masalah sekalipun.

Sepertimana Menurut Julitriarsadan Suprihanto manfaat dari adanya perencanaan dari suatu organisasi yaitu:

  1. Alat pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan organisasi;
  2. Untuk memilih dan menentukan prioritas dari beberapa alternatif yang ada;
  3. Untuk mengarahkan dan menentukan pelaksanaan kegiatan sehingga tertib dan teratur menuju tujuan yang telah ditentukan sebelumnya;
  4. Untuk menghadapi dan mengurangi ketidak pastian dimasa yang akan datang;
  5. Kesemuanya itu,perencanaan yang baik mendorong tercapainya tujuan-tujuan organisasi.

Aku dan organisasiku, seperti apa?

Seperti aku dan keluargaku,dimana berorganisasi aku tidak pernah lepas dari sebuah konflik internal.Baik antar personal ataupun dalam kegiatan.Tapi semua itu bukan tanpa penyelesaian dan kebersamaan.Sperti dalam mengatasi produktivitas organisasi,aku dintunt menghidupkan dan mengembangkan melalui kegiatan yang harus dilakukan.

Persoalan yang dihadapipun,semuanya akan menemukan titik temu dalam setiap masalah.Maka dirasa sangat penting dalam organisasi adanya manajemen konflik.Agar setiap konflik yang terjadi dalam organisasi tidak menjadikan kelumpuhan berkembangnya tujuan organisasi.

Selain yang dijelaskan diatas,dalam organisasi PMIIpun,tidak lepas dari hambatan dan tantangan dalam kemajuan organisasi selalu muncul,baik dari segi produktivitas organisasi,loyalitas kelompok yang berbeda beda latar belakang dan gesekan kelompokpun kerap terjadi dalam organisasi.

Namun itu semua bisa diatasi dari tadi apa yang dibahas melalui perencanaan musyawarah untuk menghasilkan suatu keputusan yang diikuti oleh kebersamaan.

Penulis: U Sirojul Fauzi (Kader PMII Pangandaran)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article