PBNU: Seluruh Relawan NU Bantu Evakuasi Korban Gempa Lombok

29
PBNU: Seluruh Relawan NU Bantu Evakuasi Korban Gempa Lombok

Jakarta, NU Online
Gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat waktu Isya sekitar pukul 18.46 WIB, Ahad (5/8). Guncangan gempa yang sangat kuat mengakibatkan korban berjatuhan, puluhan ribu rumah rusak, dan aliran listrik seketika padam.

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PBNU M. Ali Yusuf menjelaskan, kondisi gelap gulita tersebut tidak menyurutkan langkah para relawan Nahdlatul Ulama untuk melakukan evakuasi korban.

“Kami tidak bisa melakukan dokumentasi evakuasi karena kondisi gelap gulita. Para relawan NU dari seluruh lembaga dan badan otonom turun ke lapangan melakukan evakuasi bersama pihak TNI, BNPB, dan komponen relawan lainnya,” ujar Ali Yusuf kepada NU Online, Senin (6/8) di Jakarta.
Ali menerangkan, sedari gempa pertama berkekuatan 6,4 SR pada 29 Juli 2018 lalu, relawan NU sudah aktif bergerak melakukan evakuasi korban. Para relawan yang turun memberikan pelayanan kesehatan, psikis, makanan, obat-obatan, dan lain-lain.

Iklan Layanan Masyarakat

“Sebanyak 72 relawan diturunkan saat itu. Kami juga mendirikan pos peduli NU di Lombok Timur dan sub pos di beberapa tempat,” jelas Ali.
Pos peduli NU tersebut, sambung Ali, saat ini juga berada di titik sentral gempa selain di Lombok Utara dan Mataram. Sekarang sub pos yang didirikan relawan NU tersebut ditingkatkan menjadi pos utama.

Ali Yusuf mengimbau kepada segenap warga NU untuk aktif mengirimkan bantuan yang saat ini sangat dibutuhkan para korban gempa di Lombok.
“Sekarang ini, para korban gempa membutuhkan bahan makanan, obat-obatan, pakaian, dan selimut,” tandas Ali.

Gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 82 orang meninggal dan ratusan lainnya mengalami luka akibat musibah gempa ini.

Gempa awal terjadi pada ahad (5/8/2018) pukul 18.46 WIB dengan kekuatan 6,8 SR dan tidak menimbulkan potensi tsunami.

Namun, beberapa saat kemudian Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan pemutakhiran informasi bahwa kekuatan gempa tercata 7 SR dengan potensi tsunami. Guncangan gempa juga terasa kuat hingga ke Pulau Bali. (Fathoni)

Sumber : NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here